Tri Murtono, 49, pelaku terduga teroris aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya dikenal baik oleh tetangga di Jalan Tambak Medokan Ayu Gang VI, Surabaya. Sehari-hari pelaku mau berinteraksi warga.
M MAHRUS-Wartawan Radar Surabaya
Prasetyono salah satu tetangga pelaku mengatakan, Tri Murtono kesehariannya sebagai tukang pembuat etalase. Biasanya dia menggarap etalase di luar rumah. Namun entah mendapat orderan atau apa, Pras kurang tahu persis.
"Orangnya baik, sering nyapa. Dia juga mau diajak jaga pos kamling," ujar Prasetyono saat ditemui Radar Surabaya di sekitar rumah terduga, Selasa (15/5).
Biasanya kalau jaga pos kamling, terduga kerap memakai pakaian training dan jaket gunung. Pos tempatnya berjaga adalah pos kamling yang ada di depan rumahnya persis. Prasetyono pernah jaga bersama dengan pelaku.
"Saya pernah jaga pos bareng Pak Tri. Dia kalau ronda sama warga yang diomongin masalah pekerjaan garap etalasenya," sambung pria 49 tahun itu.
Saat ronda, lanjut Pras, terduga tidak pernah berbicara politik atau keagamaan. Di mata para tetangga dia jarang ke masjid atau mengadakan pengajian di rumah. "Tidak pernah acara di rumahnya. Hanya sekeluarga saja. Dan juga jarang ada tamu," paparnya.
Lebih lanjut Pras menuturkan, di Tambak Medokan, terduga mengontrak di rumah milik Sugeng. Rumah tersebut kira-kira berukuran 6x10 meter, dengan gerbang terbuat dari besi warna hitam. Sedangkan untuk cat tembok depan berwarna oranye. "Kami dengar Pak Tri itu ngontrak rumah tersebut dengan harga Rp 16 juta pertahun," tegasnya.
Ketua RT 08 RW 02 Medokan Ayu Suwito mengungkapkan, terduga baru tinggal di lingkungannya sekitar lima bulan belakangan ini.
"Baru lima bulan pak Tri tinggal di sini. Dia mengontrak dan tinggal sekeluarga," ujar Suwito saat ditemui di sekitar rumah kontrakan terduga.
Pertama kali datang, kata Suwito, terduga sempat mengurus administrasi ke rumahnya. Suwito pun tak mencurigai terduga. Sebab terduga tampak biasa saja dan tidak ada yang mencurigakan.
"Saya tak mengira mas kalau Pak Tri menjadi pelaku pengeboman. Dan tahu kemarin malam saat ada anggota polisi mendatangi rumah saya," jelasnya.
Suwito menerangkan terduga dikenal baik. Namun ia jarang berkumpul dekat dengan warga lain. Akan tetapi jika diajak siskamling dia selalu hadir.(*/no)
Editor : Administrator