ADA hal yang unik yang selalu dilakukannya. Setiap pagi ia sempatkan berkeliling sekolah, lalu menyapa siswa-siwanya. Bagi Eko Redjo Sunariyanto, hal yang dilakukannya itu sepele namun efeknya luar biasa.
Menurutnya, murid jadi lebih terbuka tapi masih memiliki rasa sopan dalam menyampaikan pendapatnya. “Kita harus bisa menghargai perbuatan atau prestasi yang mereka lakukan. Karena dengan komunikasi semuanya bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia menuturkan memang berusaha melakukan pendekatan. Baginya, komunikasi harus dibangun untuk menciptakan kedekatan itu. “Pendekatan dengan komunikasi yang baik serta memberikan contoh itu lebih baik daripada menegur atau melarang siswa,” lanjutnya.
Pria kelahiran Sidoarjo 16 Maret 1967 ini mengaku jauh sebelum menjadi kepala sekolah, dirinya sudah terjun sebagai motivator. Ketertarikannya sebagai motivator menurutnya setelah melihat seminar dengan motivator yang bersemangat serta kharismatik. “Saya mulai menggeluti dunia public speaking dan motivasi sejak 2006,” ujarnya.
Selain menyukai dunia motivator, rupanya suami dari wanita bernama Suryaningrum itu hobi membaca dan menulis artikel. Eko juga memiliki program membuat buku oleh guru yang termasuk dalam New Literacy Studies yang di dalamnya memuat tiga pokok penting. Yakni, literacy event, literacy practice dan social practice.
“Program ini meliputi perpustakaan berjalan yang dioperasikan saat jam istirahat dengan menggelar kelas inspirasi setiap Sabtu dengan mendatangkan sosok-sosok inspiratif berbagai bidang rutin setiap sabtu,” katanya.
Karena program new literacy studies itu, Eko berhasil menyabet juara 3 Kepala Sekolah berprestasi tingkat Jawa Timur. “Alhamdulillah ini juga berkat kerjasama guru-guru yang lain,” jelasnya. (mus/jee) Editor : Lambertus Hurek