SURABAYA–Mursidi alias Mbah Di, 75, tukang tambal ban ditemukan tewas di bengkelnya Jalan Kaliwaron depan rumah nomor 62 Surabaya. Kakek yang tak mempunyai tempat tinggal tidak tetap (T4) ini diketahui meningal oleh seorang pengendara yang akan menambalkan ban motornya.
Kanit Reskrim Polsek Gubeng Ipda Djoko Susanto SH menjelaskan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 9.00. Saksi Matarom, 67, tukang becak asal Jalan Karang Gayam Gang 1 No 16 A melihat korban sempat terjatuh dari sepeda angin yang ia naiki. ”Waktu itu ia masih hidup, saat jatuh kami bantu untuk naik ke kursi,” terang Matarom.
Lalu saat dinaikan di kursi itu, korban sempat mengeluh badannya tidak enak dan kepalanya pusing. ”Korban mengeluarkan keringat dingin,” imbuh Matarom.
Kemudian korban istirahat di tempat tambal bannya itu. Lalu sekitar pukul 10.00, ada pengendara motor yang akan menambalkan ban motornya. Ketika dipanggil oleh si pengendara motor, korban tidak merespons.
Lalu, melihat kejadian itu, pengendara motor memanggil warga sekitar untuk memastikan kondisi korban. ”Saat dicek warga sudah tidak ada denyut nadinya,” terang Ipda Djoko.
Setelah itu warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gubeng. Tak lama kemudian, tim Inafis dari Polrestabes Surabaya di TKP yang tidak jauh dari Politeknik Surabaya. Kemudian, jenazah dibawa ke RSUD dr Soetomo untuk visum.
Salah satu penjaga warung di lokasi tersebut menambahkan bahwa korban memang sudah lama tinggal di tempat tambal bannya itu, ”Kalau siang kerja, kalau malam tidur ditempat itu,”terangnya.
Menurutnya, sebelumnya pernah ada anak angkatnya yang tinggal di Kedung Cowek Surabaya mengajak pulang untuk tinggal bersama. Namun korban tidak mau, ia memilih tinggal di tempat tersebut. ”Sudah sejak muda ia tingal di situ,” imbuhnya.(son/no)
Editor : Administrator