Hobi bisa menghasilkan uang. Dhira Aditya Nanda awalnya hanya gemar mengoleksi sepatu. Ia pun merawat sendiri sepatu-sepatunya. Keuletan merawat itu ternyata kini berkembang menjadi bisnis. Dhira membuka jasa cuci sepatu sejak tahun 2016 lalu.
ANNISA FIRDAUSI
Wartawan Radar Sidoarjo
SEJAK berniat membuka usaha jasa tersebut, Dhira sudah berkomitmen ingin mengutamakan kepuasaan pelanggan. Untuk itu dia menerapkan sistem garansi pada setiap treatmentnya. Sebab diakui Dhira, dirinya tidak belajar secara khusus bagaimana cara membersihkan sepatu, melainkan belajar sendiri.
Karena belajar sendiri itulah, sepatu-sepatu koleksinya yang kerap menjadi korban dalam trial and error yang dilakukannya. Sebelum memutuskan membuka jasa cuci sepatu itu, dalam masa trial and error itu, Dhira mencoba mencuci semua jenis sepatu. Seperti bahan canvas, suede, leather, mesh, knit, dan nubuck.
Setiap satu jenis bahan, ada 1 hingga 2 sepatu yang dicoba. Sebab dalam melakukan perawatan berbeda dari satu jenis bahan ke bahan lainnya. "Sikatnya harus pakai yang bagaimana, sabunnya apa, termasuk bagaimana cara mencucinya, semua harus dipelajari satu per satu," kata pria kelahiran Sidoarjo ini.
Di awal bisnisnya berjalan, Dhira hanya bekerja bersama dua temannya. Saat ini semakin berkembang hingga memiliki tiga karyawan yang bertugas sebagai shoe care technician (SCT). Dhira pun turun sendiri untuk memberikan training kepada karyawannya bagaimana cara merawat dan mencuci sepatu.
Untuk sepasang sepatu, waktu yang dibutuhkan untuk pencucian bisa 3 hingga 4 hari. Pencuciannya dilakukan mulai dari bagian bawah sepatu, bagian dalam, atas, kemudian dikeringkan. "Setelah itu, masih dicek lagi apa ada bagian yang kurang bersih,” imbuh pria 22 tahun ini.
Dalam sehari Dhira bisa mengerjakan 6 hingga 10 pasang sepatu. Setiap treatment ada garansi yang diberikan. Jangka waktunya pun beragam dan ada yang satu hari hingga 3 bulan.
Meski begitu sangat jarang ada pelanggan yang mengembalikan sepatunya. Sebab sebelum sampai ke tangan pelanggan sepatu kembali diperiksa. Jangan sampai ada satu titik yang belum dibersihkan.
Hingga saat ini Dhira baru membuka satu toko. Namun dalam waktu dekat akan dibuka lagi di dua daerah. Yakni Malang, Surabaya, dan Jakarta. Bahkan dirinya juga sudah melakukan survei lokasi untuk pembukaan toko di Bali. (*/jee)