Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BNNP Musnahkan Narkoba Malaysia Rp 10 M

Administrator • Kamis, 8 Februari 2018 | 23:50 WIB
BNNP Musnahkan Narkoba Malaysia Rp 10 M
BNNP Musnahkan Narkoba Malaysia Rp 10 M

SURABAYA  - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, memusnahkan narkoba jenis sabu-sabu (SS), Rabu (7/2). SS seberat 8 kilogram terbakar habis di mesin incinerator. SS dengan nilai Rp 10 miliar tersebut merupakan hasil ungkap BNNP selama tiga bulan, mulai Desember 2017 hingga Februari 2018. SS tersebut dari Malaysia yang akan diedarkan di Surabaya.
Barang Bukti SS yang dimusnahkan itu merupakan hasil ungkap di tiga lokasi. Yakni di  kawasan Bangkalan Madura, di Juanda dan Aceh.  Hasil pengungkapan narkotika dari Bangkalan, Madura, petugas menyita lebih dari 9 ons SS, serta mengamankan dua tersangka, dan satu diantaranya tewas.
Kemudian di lokasi yang kedua, petugas gabungan dari BNNP Jatim dan Bea Cukai Tanjung Perak. Dari hasil ungkap ini petugas mengamankan enam orang tersangka. Sementara dua diantaranya meninggal dunia karena berusaha melawan petugas. Adapun narkoba jenis sabu yang disita dari kasus ini seberat kurang lebih 7 kilogram.
“Sedagkan lokasi ketiga, pengungkapan petugas BNNP Jatim bersama Bea Cukai Juanda, Surabaya dan berhasil mengamankan sabu seberat 140 gram dari seorang TKW asal Malaysia,” ungkap Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, kemarin.
Setelah barang bukti SS tersebut diperiksa keasliannya, kemudian SS dalam bungkus balon, susu dan kertas tersebut dibuka satu persatu lalu dimasukkan ke dalam mesin incinerator.
Bambang menjelaskan, meski sudah menangkap tersangnya. Pihaknya akan terus melakukan pengemabangan. Sebab selain diedarkan di Surabaya dan wilayah Jawa Timur, pemasok SS tersebut juga diduga mengedarkan diedarkan ke luar daerah di Indonesia.
“Untuk sementara peredarannya bisa saja di dalam Surabaya maupun akan diedarkan keluar. Kami pastikan akan melakukan pengembangan, dan bukan hanya sampai disini saja pengungkapan kasus ini,” tegasnya.
Pihaknya menambahkan, hasil ungkap sabu seberat 8 kilogram ini merupakan jaringan Internasional. Sebagian besar barang-barang haram ini dipasok dari negeri Jiran Malaysia, meskipun beberapa dari Aceh.
“Barang bukti sabu tersebut ada yang dari Malaysia. Ada juga yang dari Aceh, Aceh itu juga berasal dari Malaysia,” tambahnya.
Mantan Kepala BNNP Papua ini mengaku, Indonesia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan bagi bandar-bandar narkoba jaringan internasional. Hal itu tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk di Indonesia.
“Dengan sinergitas dan tinggalkan ego masing-masing, kami mengajaka semua pihak untuk memberantas peredaran narkoba, khususnya di Jatim,” tandasnya. (yua/rud)

Editor : Administrator
#bnnp jatim