PENGGEREBEKAN yang dilakukan polisi di rumah penuh pil ini mengejutkan warga setempat. Sebab warga tidak tahu di dalam rumah tersebut ditemukan pil PCC, dan dua jenis lainnya. Alasannya, selama ini rumah tersebut dalam keadaan tertutup, sementara tersangka IM, 52, tinggal di sebelahnya.
Kepala Desa Sawocangkring Sugito mengatakan kaget saat dilapori ada penggerebekan di Dusun Cangkring. Ia pun datang ke lokasi untuk menyaksikan pemeriksaan pil tersebut. Ia mengaku semakin terkejut saat melihat seisi rumah tersebut penuh dengan pil itu.
“Saya tahunya rumah ini milik Bu Ana yang dikontrakkan, selanjutnya tidak ada lagi. Pengontrak itu baru beberapa bulan di sini,” jelasnya.
Ia mengetahui jika rumah tersebut dikontrak oleh IM. Setelah mengetahui yang bersangkutan kontrak, pihaknya sempat meminta kepala dusun dan RT setempat untuk meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang bersangkutan. Namun, hal itu belum terlaksana hingga akhirnya ada penggerebekan ini.
“Kami sudah meminta namun tidak pernah bertemu dengan IM ini. Jadi kami terkejut dengan penggerebekan ini,” katanya.
Sugito menambahkan selama ini tidak ada kegiatan mencurigakan yang dilakukan tersangka. Namun, warganya sempat mengetahui yang bersangkutan kedatangan mobil APV dan juga satu mobil boks. Mereka melakukan bongkar muatan di lokasi, itupun dilakukan pada sore hari. Saat dibongkar ini, diketahui hanya kardus bekas saja dan tersangka mengaku sebagai tukang sablon.
“Saya dan warga sekitar tidak pernah memergoki yang bersangkutan memasukkan benda semacam pil,” tuturnya. (gun/jee)