SURABAYA- Ribut Suparmantau, 23, memang ahli dalam membuat pentol. Tak jarang, pentol yang ia buat dan dijual selalu ludes. Di balik kelezatan pentol ia buat, warga Jalan Setro Baru Utara nomor 3/28 Surabaya memiliki rahasia yang tak ingin diketahui oleh orang lain. Selain resep, ia membuat pentol tersebut dalam kondisi ngefly usai mengisap sabu-sabu (SS).
Rahasia pembuatan pentol yang dilakukan Ribut terungkap setelah ia ditangkap. Ia diringkus polisi di Jalan Kenjeran sesaat usai membeli ss di kawasan Jalan Sidotopo, Rabu (3/1). Polisi yang mengetahui informasi tersebut, menangkap Ribut saat mengendarai motor hendak pulang.
“Saat digeledah, kami mendapati sebungkus SS seberat 0,36 gram. SS tersebut kami temukan di genggaman tangan kiri tersangka,” ugkap Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Budi Waluyo, Senin (8/1).
Budi menjelaskan dari barang bukti yang diamankan, Ribut digelandang ke mapolsek. Dari hasil pemeriksaan, Ribut mengaku jika ia sudah beberapa kali membeli SS. Ia membeli per poket kecil SS seharga Rp 150 ribu dari seorang kurir yakni NN.
“ Tersangka melakukan transaksi dengan cara ranjau, sedangkan SS yang ia beli akan dikonsumsi sendiri,” lanjut Budi.
Ribut mengaku memakai SS hampir dua hari sekali. Meski sudah agak kecanduan, namun ia mengaku tak sembarangan saat mengisapnya. Dia memiliki momen khusus ketika menggunakan SS. Yakni sesaat sebelum meracik dan mengolah pentol.
“Jadi setelah saya berbelanja dan menggiling daging, saya pulang ke rumah. Saya isap SS dulu, lalu bikin pentol,” terangnya.
Entah mendapat keyakinan dari mana dan sejak kapan, namun Ribut mengaku jika pentol yang dibuat kurang nikmat jika ia tak mengisap SS lebih dahulu. Hal itu dibenarkan oleh pelanggan pentolnya.
“Ya meski sebagian keuntungan menjual pentol saya gunakan untuk membeli SS. Saya rela demi cita rasa pentol yang lezat,” pungkas Ribut.(yua/no)