Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Upah Tak Cukup, Penjaga Warkop Nyambi Ranjau SS

Administrator • Senin, 8 Januari 2018 | 02:27 WIB
Upah Tak Cukup, Penjaga Warkop Nyambi Ranjau SS
Upah Tak Cukup, Penjaga Warkop Nyambi Ranjau SS

Surabaya - Selain menjadi  penjaga warung, Rendi, 30, memiliki profesi sampingan. Pria warga Jalan Kupang Gunung, Surabaya ini menjadi pengedar sabu-sabu (ss). Namun bisnis yang ia jalankan selama tiga bulan tersebut akhirnya terendus anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Rendi ditangkap bersama Agung, 35, warga Jalan Kupang Gunung yang juga bertugas sebagai kurir untuk Rendi. 


Penangkapan Rendi dan Agung dilakukan pada Kamis (4/1). Penangkapan tersebut berawal saat polisi mengamankan salah satu pengguna ss beberapa minggu sebelumnya. Dari keterangan tersangka tersebut, polisi mendapatkan informasi jika ss yang ia beli berasal dari seorang penjaga warung yang ada di Jalan Kupang Gunung. 


"Berdasarkan informasi itu, kami mencoba kembangkan hingga akhirnya kami mencurigai tersangka Rendi," ungkap Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo, Minggu (7/1). 


Anton menjelaskan, proses penyelidikan tersebut memang tak mudah. Pihaknya butuh beberepa waktu untuk memastikan jika Rendi merupakan pengedar ss yang dimaksud oleh tersangka sebelumnya. Bahkan untuk memastikan, anggotanya sempat menyamar sebagai salah satu pembeli di  warung yang dijaga Rendi. 


"Meski demikian,  kami belum menemukan petunjuk terkait bisnis sampingan Rendi itu. Namun, setelah beberepa kali kami melakukan penyelidikan, kami mendapat informasi jika Rendi akan meranjau ss," terangnya.


Tak menunggu lama,  polisi menggerebek warung yang dijaga Rendi. Dari penangkapan itu, Rendi ternyata tak sendiri. Sebab ia bersama tersangka Agung, yang tidak lain adalah kurirnya. Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat poket sabu seberat 2,38 gram. 


"Rencananya oleh Rendi ss tersebut akan diberikan kepada Agung untuk diranjau kepada salah satu pembeli yang juga merupakan pelanggan Rendi di warung kopi," terang Anton. 


Sementara itu, kepada polisi Rendi mengaku sudah tiga bulan menjadi pengedar ss. Ia mendapatkan pasokan ss tersebut dari salah satu temannya berinsial AN di kawasan Jalan Lontar. Biasanya, ia membeli beberapa gram kemudian ia jual kembali kepada pelanggan dengan paket-paket yang lebih kecil. 


"Namun saya menunggu pesanan dulu, baru saya membelinya. Kebanyakan pelanggan memang merupakan orang yang sering datang ke warung," ungkapnya. 


Untuk melancarkan aksinya, ia memanfaatkan Agung untuk mengantarkan ss kepada pelanggan. Ia tahu jika Agung merupakan penggangguran dan butuh pekerjaan. Kemudian dia menawarkan Agung pekerjaan kurir tersebut. 


"Saya berikan upah hasil penjualan setelah ia berhasil meranjau ss tersebut kepada pelanggan tanpa ketahuan polisi," terangnya. 


Rendi mengaku jika bisnis sampingan tersebut ia lakukan karena butuh uang tambahan. Sebab upah sebagai penjaga warung kopi tak cukup untuk kebutuhannya sehari-hari. (yua/rud)

Editor : Administrator
#sabu #narkoba