Warga Surabaya harus waspada saat mengkonsumsi susu, telur, madu dan jahe (STMJ) bubuk. Jangan sampai STMJ yang diminum terbuat dari bahan kedaluwarsa. Sebab, Tim Satgas Pangan Satreskrim Polrestabes Surabaya usai menggerebek home industry pembuatan STMJ bubuk di Jalan Bulak Kalitinjang Gang 1 B nomor 29 Surabaya. Lantaran menggunakan bahan baku susu yang kedaluwarsa.
Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya
Penggerebekan dilakukan Rabu (27/12). Pemilik home industry itu berinisial MIS,47, yang juga pemilik UD Ocy Jaya yang beralamatkan di Jalan Kapas Gading Madya. Penggerebekan diawali dari kecurigaan polisi terkait asal usul STMJ bubuk tersebut. Sebab setelah diperiksa di sejumlah warung, STMJ dengan merek Ocyson tersebut tak memiliki izin edar. Dari penemuan tersebut, polisi lantas melakukan investigasi ke tempat pembuatan STMJ bubuk tersebut.
“Setelah kami datangi dan periksa pemiliknya, kami menemukan fakta jika STMJ bubuk ini memang tak mengantongi surat izin edar. Kami juga sudah mengkroscek ke BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan,red) Surabaya terkait izin tersebut, dan memang tidak ada,” ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Jumat (29/12).
Parahnya lagi susu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan STMJ tersebut ternyata sudah kedaluwarsa. Hal ini diketahui dari pengecekan bungkus susu bubuk tersebut. Tertera di kemasan susu tersebut tanggal produksi dan kedaluwarsanya.
“Tahun produksi tahun 2015, sedangkan kedaluwarsanya di tahun yang sama. Artinya susu tersebut sudah kedaluwarsa dua tahun lalu, “ tegas Rudi.
Tak hanya susu yang kedaluwarsa, tapi berdasarkan pengamatan Radar Surabaya, bahan-bahan lain juga sudah tak layak konsumsi. Sebab banyak jahe, kayu manis dan lain-lain dalam kondisi kering dan berjamur. Selain itu, lokasi dan mesin-mesin penggilingan bahan-bahan tersebut jauh dari steril.
Dalam sehari, mesin-mesin penggiling tersebut bisa menghasilkan lima ribu bungkus STMJ siap edar. Biasanya, STMJ tersebut disebar di warung-warung di kawasan Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Bahkan ada juga yang sudah dikirim ke Kalimantan. (*/no)
Editor : Administrator