Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gaby Dara Ayu Salsabillah Atlet Karate Sidoarjo Berprestasi

Lambertus Hurek • Sabtu, 16 Desember 2017 | 13:00 WIB
Gaby Dara Ayu Salsabillah Atlet Karate Sidoarjo Berprestasi
Gaby Dara Ayu Salsabillah Atlet Karate Sidoarjo Berprestasi


Usianya 16 tahun, namun prestasi Gaby Dara Ayu Salsabillah tidak bisa dianggap remeh. Siswi kelas XI MIPA 7 di SMA Negeri 4 Sidoarjo ini baru saja meraih juara dua dalam 2″ Edition Of International Karate Open Of Province de Leige 2017 di Herstal, Belgia.



“ALHAMDULILLAH, rasanya seneng banget bisa membawa nama baik bangsa dan sekolah,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Jumat (15/12). 


Gadis kelahiran Surabaya, 17 Januari 2001 ini tak pernah menyangka dirinya akan menjadi juara meskipun itu juara dua. Sebab, kata dia, postur lawan sangat atletis. Lawan juga ditunjang teknik bagus. “Ternyata saya bisa mendapatkan juara,” lanjutnya.


Anak kedua dari dua bersaudara pasangan (alm) Ganefiadi dan Naning Purwaningsih ini sebetulnya sudah sering mendapatkan meraih prestasi dalam olahraga karate. Di antaranya juara pertama dalam Piala Mendikbud, Popda Jember, Piala Panglima dan terakhir juga di O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) 2017. 


Namun Gaby tetap merendah. “Sampai saat ini saya masih melakukan evaluasi apa yang masih kurang dan harus diperbaiki,” jelasnya.


Gaby mengaku tidak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi atlet. Menurutnya, olahraga yang membawa nama besarnya saat ini diikutinya sejak masih duduk di bangku kelas 3 SDN Cemengkalang. Saat itu pun ia hanya ikut-ikutan karena tertarik banyak teman-teman yang ikut olahraga ini. 


“Ternyata kok seru dan menantang, akhirnya keterusan sampai sekarang. Target saya kedepan bisa masuk PON,” ujarnya sembari tersenyum.


Warga Sarirogo, Kecamatan Kota ini mengaku kecintaannya terhadap karate juga sudah mendapat dukungan penuh dari orang tua. “Almarhum ayah saya petinju, ya otomatis selalu mendukung anaknya dalam berolahraga,” ungkapnya.


Gadis yang bercita-cita ingin menjadi Polwan ini mengaku banyak suka duka yang dialami menjadi atlet. Sukanya ia bisa ke luar pulau dan luar negeri, apalagi mewakili untuk membela negara. Namun dukanya, ia sering meninggalkan bangku sekolah. (*/jee)

Editor : Lambertus Hurek