Nahas menimpa Mustakim, 48. Warga Dusun Kemulan, Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, itu, Rabu (13/12) sekitar pukul 03.00, tewas tertabrak kereta api tidak jauh dari Stasiun Krian. Korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepalanya.
Diduga, korban tertabrak KA Bangunkarta jurusan Surabaya-Jakarta. Kanitreskrim Polsek Krian AKP Aspul Bakti menuturkan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Sumiati, 49, warga Desa Urangagung, Sidoarjo. Saksi yang menunggu lewatnya kereta api dikejutkan dengan sosok laki-laki yang tergeletak tak jauh dari lokasi itu. "Sehingga ia menuju ke penjaga palang pintu," katanya.
Maka, petugas penjaga palang pintu kereta api pun menuju ke lokasi penemuan jenazah. Kondisinya sangat mengenaskan. Ini membuat saksi menghubungi Polsek Krian. "Kondisi tubuh korban utuh, namun bagian kepalanya sudah hancur," ungkap Aspul.
Sayang, polisi tidak menemukan satu pun identitas di tubuh korban. Jenazah dibawa ke Puskesmas Krian, kemudian dikirim ke RSUD Sidoarjo.
Sekitar pukul 10.30, ada orang yang mengaku sebagai keluarga korban ke RSUD Sidoarjo. "Pihak keluarga korban memastikan jika yang tertabrak itu anggota keluarganya. Namun, kami belum bisa meminta keterangan terkait peristiwa tersebut," terangnya.
Polisi belum bisa memastikan kereta api apa yang menabrak korban. Tabrakan diduga dini hari sehingga tidak ada warga yang mengetahuinya. "Pihak stasiun juga belum bisa memastikan kereta api mana. Tidak ada laporan dari masinis," ucapnya. (gun/rek)
Editor : Lambertus Hurek