Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gresik Diecast Community, Gara-gara Sering Sharing di Internet

Administrator • Minggu, 12 November 2017 | 14:20 WIB
Gresik Diecast Community, Gara-gara Sering Sharing di Internet
Gresik Diecast Community, Gara-gara Sering Sharing di Internet

SURABAYA-Begitu sampai di warung kopi di Jalan Dr Sutomo Gresik, Drajat Priyosaputro dan teman-temannya tak lantas memesan kopi. Mereka terlebih dahulu meletakkan tas dan mengeluarkan barang koleksinya. Yakni miniatur mobil. Drajat dan puluhan temannya merupakan komunitas pecinta miniatur mobil di Kota Pudak. Namanya Gresik Diecast Community (GDC).


Dalam hitungan detik, satu per satu mobil dikeluarkan dari tas dan segera mengisi meja yang kosong. Begitu koleksi mobil dijejer di meja, puluhan koleksi tersebut langsung mencuri perhatian. Bagaimana tidak. Beragam miniature model dan jenis mobil ada di sana. Ada mobil buatan Eropa, Jepang, hingga Amerika. Hanya saja mobil yang paling mendominasi adalah mobil jenis sport.


Meski demikian, dari sekian banyak miniatur mobil yang dipampang, terdapat satu koleksi yang cukup menarik perhatian. Yakni miniatur Honda Civic hatchback keluaran tahun 1990-an. Hal yang membedakan mobil milik Andromedha, salah satu anggota GDC tersebut terlihat dari modelnya. Sebab, mobil tersebut  sengaja dibiarkan ‘telanjang’. Tanpa bodi.


Hal itu sengaja dilakukan oleh pemilik dengan tujuan agar bagian dalam mobil custom tersebut bisa dilihat. Mulai kursi pengemudi, penumpang hingga kap mesin. Semuanya terlihat jelas dan sangat detail. Kedetailan yang dimiliki  Honda Civic tersebut membuatnya terlihat unik.


Selain Honda Civic, ada pula miniatur mobil jenis American muscle yang juga diberikan sentuhan modifikasi oleh pemiliknya. Modifikasi dilakukan pada bagian interior maupun eksteriornya. Semuanya tak kalah detail dengan mobil modifikasi lainnya.


Drajat Priyosaputro yang juga ketua GDC mengatakan, semua koleksi mobil tersebut selalu dibawa oleh anggota GDC lain saat menggelar kumpul-kumpul (kopdar).  Awalnya, GDC terbentuk setelah dirinya dan teman-teman yang lain saling sharing di internet. Setelah itu, mereka memutuskan untuk berkumpul sambil kongkow. “Kopdar merupakan agenda rutin sejak GDC resmi terbentuk pada 2014 lalu,” ungkapnya.


Drajat juga menuturkan, selain menjalin silaturahim dengan anggota GDC, kegiatan kopdar tersebut juga digunakan sebagai ajang bertukar informasi. Mulai model atau modifikasi mobil yang sedang ngehits. Sehingga bisa menambah ilmu dari setiap anggota GDC. Kopdar juga digunakan sebagai sarana rekreasi bersama keluarga. “Sebab, kami anggota GDC yang sudah berkeluarga. Selalu membawa keluarga saat kumpul-kumpul, jadi sangat ramai,” terang Drajat.  


Namun, dari serangkaian acara kopdar, hal yang paling ditunggu, menurut Drajat adalah momen lelang mobil. Sebab, jika beruntung, anggota GDC bisa melengkapi koleksi miniatur mobilnya dengan harga pasaran.  Harganyapun beragam, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. “Momen itu selalu ramai. Sebab, setiap anggota antusias saling menawarkan harga yang cocok untuk mobil lelang tersebut,” ungkapnya.  (yua/opi)

Editor : Administrator
#komunitas surabaya