Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dolanan Egrang Batok ITS Tembus MURI

Administrator • Selasa, 31 Oktober 2017 | 01:42 WIB
Dolanan Egrang Batok ITS Tembus MURI
Dolanan Egrang Batok ITS Tembus MURI

SURABAYA- Dalam rangka Dies Natalis ITS ke-57 dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pengurus Wilayah Ikatan Alumni ITS (PW IKA ITS) Jatim sukses menggelar Festival Dolanan Tradisional yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H Syaifullah Yusuf, Minggu (29/10) di Bundaran ITS. Salah satu dolanan yang menjadi pusat perhatian adalah Egrang Batok yang akhirnya mampu tembus rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 


Tercatat sebanyak 2.490 peserta yang terdiri dari alumni, dosen, karyawan dan mahasiswa ITS mengikuti dolanan yang sudah langka di masyarakat ini. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk menembus rekor gelar pemakaian egrang batok terbanyak dari MURI. 


Perwakilan dari MURI Ari Andriyani mengatakan, target yang ingin dicapai oleh penyelenggara sebenarnya adalah 2.810 peserta egrang, sedangkan jumlah peserta yang diusulkan ada lebih dari 3.000 orang. “Target tersebut memang disesuaikan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober," jelasnya. 


Hingga akhir, total tercatat sebanyak 2.490 egrang batok kelapa yang dimainkan. Meski demikian, karena rekor yang diusulkan adalah pemakaian egrang batok terbanyak, maka yang dihitung adalah jumlah pemakaian egrangnya, bukan total pesertanya. Jadi tetap dinyatakan terbanyak menurut rekor MURI. 


“Peserta dihitung satu persatu, pada setiap batch atau delegasi departemen,” terangnya. 


Sementara dalam sambutannya Wagub Jatim Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul ini menyampaikan pujiannya terhadap ITS sebagai kampus paling inovatif di Indonesia. “ITS sebagai salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia, mau ngurusi dolanan-dolanan tradisional yang mulai tersisih dari roda zaman. Hal ini sangat saya apresiasi mengingat dolanan sebagai warisan budaya yang bangsa kita miliki,” tuturnya.


Gus Ipul juga mengungkapkan, pemilihan egrang sudah tepat, karena dibalik harganya yang murah, terdapat pesan moral yang sangat berkualitas. “Egrang batok ini kan murah, gampang mencarinya. Mainnya juga nggak perlu pakai pulsa atau kuota. Namun di dalamnya ada semangat untuk memupuk kebersamaan dan gotonng royong, sekaligus saling mengakrabkan satu dengan lainnya,” terangnya.

Editor : Administrator
#civitas akademi surabaya