Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tutup Bulan Suro, Ribuan Warga Sedekah Bumi, Selipkan Uang di Sayuran

Administrator • Selasa, 24 Oktober 2017 | 00:01 WIB
Tutup Bulan Suro, Ribuan Warga Gelar Sedekah Bumi, Ada Uang di Sayuran
Tutup Bulan Suro, Ribuan Warga Gelar Sedekah Bumi, Ada Uang di Sayuran



SURABAYA-Lebih dari 2.000 warga Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung menggelar sedekah bumi, Minggu pagi (22/10). Pagelaran ini merupakan acara tahunan untuk menutup bulan Suro. Seluruh hasil bumi pun dikumpulkan dan dibentuk Gunungan Giri Waluyo.


Pawai mengelilingi Kelurahan Babatan pun berlangsung sangat antusias. Mulai dari pawai budaya, adat sampai keberagaman suku agama ras ditampilkan oleh para peserta. Diikuti oleh 15 RT di kawasan tersebut, acara sedekah bumi ini sangat guyub rukun sesuai temanya.


"Pada tahun ini kami mengambil tema Kebhinnekaan dan Guyub Rukun. Karena itu seluruh peserta menampilkan kostum keberagaman dari Sabang sampai Merauke," ujar Ketua Panitia Sedekah Bumi, Agung Sutiono.


Agung menambahkan, tradisi sedekah bumi ini merupakan tradisi turun temurun dari kakek neneknya sejak dulu. Khusus di Kelurahan Babatan, ia mengungkapkan semasa masih remaja dirinya terus mengikuti tradisi sedekah bumi, tetapi dalam konteks berbeda.


"Kalau tradisi gunungan seperti ini baru enam tahun berjalan. Dulu lebih ke sedekah bumi biasa tidak ada gunungan tidak ada pawai budaya," ungkap Agung Sutiono yang asli Babatan ini.


Menariknya, dalam tradisi sedekah bumi dengan menyajian Gunungan Giri Waluyo kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, di dalam sayur-sayuran seperti halnya terong, kacang panjang, wortel hingga gubis diselipkan sejumlah uang di dalamnya. Tak ayal seluruh warga bersemangat untuk saling berebut gunungan tersebut.


"Ada uang total Rp 2 juta yang di selipkan di beberapa sayuran. Semua ini hasil dari warga kami sendiri. Semoga warga tetap guyub rukun saling menghormati seterusnya," ulasnya.


Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Kepala Bagian Kesra Imam Siswandi sangat mengapresiasi tradisi sedekah bumi ini. Ia mewakili Wali Kota Surabaya Tri Rismarini mengatakan bahwa tradisi harus terus dijaga dan dilestarikan. Terlebih, antusiasme dan guyub rukun warga semakin erat ketika digelar seperti ini.


"Kami sudah siapkan dana khusus lestari budaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Anggaran itu untuk semua kelurahan di Surabaya, ketika punya kegiatan seperti ini bisa mengajukan. Artinya kami bantu fasilitasi," pungkas Imam. (jar/nur)


Editor : Administrator