Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dewan Pers Ajak Perangi Berita Hoax

Lambertus Hurek • Jumat, 20 Oktober 2017 | 16:41 WIB
Ajak Masyarakat Perangi Hoax
Ajak Masyarakat Perangi Hoax

GEDANGAN-Informasi palsu atau hoax berpotensi menimbulkan aksi kekerasan di masyarakat. Karena itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo meminta masyarakat untuk tidak menelan begitu saja informasi yang beredar di media sosial (medsos).


Stanley, sapaan akrab Yosep Adi Prasetyo, juga mengingatkan, saat ini medsos juga kerap dimanfaatkan kalangan teroris untuk merekrut anggota. "Teman-teman pers harus bisa merebut kembali kepercayaan publik," ujar Stanley di depan ratusan peserta Literasi Media untuk Mencegah Radikalisme dan Terorisme di salah satu hotel di Jalan Raya Juanda, Gedangan, Kamis (19/10).


Pria asal Malang ini baru saja mengikuti pertemuan dewan pers di Hungaria. Ternyata, persoalan hoax ini juga banyak terjadi di Eropa seperti Jerman, Georgia, dan Spanyol. "Pemerintah Spanyol harus menghadapi informasi-informasi palsu di media sosial, khususnya yang terkait dengan Catalonia," katanya.



Stanley menjelaskan, informasi hoax bertujuan memecah belah umat beragama dan kelompok yang berbeda pandangan. Karena itu, Dewan Pers bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan kalangan media massa melakukan deklarasi anti-hoax.


Menurut dia, selepas Pilpres 2014 kepercayaan publik terhadap media massa atau pers cenderung berkurang. Masyarakat lebih cenderung percaya pada informasi dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Justru medsos lebih banyak memproduksi hoax.



Kasus terbaru yang ditangani Dewan Pers, menurut Stanley, adalah laporan pengaduan terkait Teten Masduki yang diberitakan menerima uang Rp 250 miliar untuk 'mengerjai' Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ternyata, media yang memberitakan itu abal-abal dan kantornya kosong. "Maka, kami menyerahkan kasus ini ke Mabes Polri," ujarnya. 

Editor : Lambertus Hurek