Sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, museum kerap kali mendapat stigma negatif seperti memiliki suasana yang mistis hingga tempat yang membosankan. Berawal dari hal itu, I Gede Aris Dharmayasa mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berhasil menciptakan terobosan baru untuk menciptakan suasana museum menjadi lebih hidup.
Miftakhul Jannah Fajriyah/Radar Surabaya
Untuk mengubah citra buruk museum, tentu bukan perkara yang mudah, tetapi I Gede Aris Dharmayasa mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Namun dengan semangat tinggi dan tak pantang menyerah akhirnya dia berhasil membuat karyanya yang diberi nama Museum Virtual 3D.
Aris sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa ide untuk menciptakan aplikasi tersebut berawal dari tantangan dari dosen pembimbingnya saat ia hendak menyelesaikan Tugas Akhir (TA).
“Biasanya kalau di museum, pengunjung hanya dapat melihat objek bersejarah dari etalasenya saja. Tapi, saya ditantang untuk memanfaatkan teknologi stereoscopic. Saya menggunakan bantuan dari alat sensor pengindera gerakan telapak tangan, leap motion,” kata Aris, Jumat (22/9).
Melalui alat tersebut pengunjung, akhirnya dapat merasakan sensasi tiga dimensi dalam berinteraksi dengan objek. Diapun memeragakan hasil karyanya di Ruang Teleconference ITS. Lebih lanjut, Aris juga menuturkan diperlukan waktu selama satu tahun untuk dapat menyelesaikan hasil karyanya.
“Butuh waktu dua semester untuk membuat aplikasi ini. Awal mulai pengerjaannya bulan September 2016, pada semester pertama saya habiskan untuk menyusun skenario, membuat algoritma dan melalukan riset ke Museum MPU Tantular. Lalu semester kedua tinggal eksekusi” jelas mahasiswa jurusan Teknik Komputer tersebut.
Dalam aplikasi Museum Virtual 3D miliknya, mahasiswa asal Bali tersebut menggunakan teknik photogrammetryuntuk membuat replika 3D benda-benda bersejarah yang berada di Museum MPU Tantular Sidoarjo.
“Sebagai sample, saya memilih empat objek yang merupakan alat persembayangan agama Hindu seperti Genta, Wadah Tirta, Arca Dewi Durga dan Arca Dewa Siwa. Selain itu, pada aplikasi saya juga mendesain environtment-nya dengan latar Pura agar memperkuat nuansa persembayangannya sendiri,” pungkas Aris yang kini menempuh fast track pendidikan S2 Game Technology di ITS ini.
Editor : Administrator