SURABAYA-Miris mendengar pernyataan residivis Hendro Suhartono, 25, asal Dusun Balung Biru, RT 01 RW 01 Desa Sadang, Taman Sidoarjo. Dia mengaku kerap menyuplai narkoba jenis pil double L kepada pelajar baik di Surabaya maupun Sidoarjo. Lebih parah lagi, konsumennya bukan hanya pelajar laki-laki, tetapi juga pelajar perempuan. Miris!
Ungkapan itu dia sampaikan di hadapan penyidik Polsek Jambangan, setelah dibekuk Tim Anti Bandit Rabu lalu (26/7). Saat itu pelaku melintas di Jalan Rolak Karah dan memiliki 70 butir pil double L yang dibungkus dalam enam plastik klip.
“Biasanya saya menjual kepada pelajar SMA, ada juga pelajar SMP. Paling sering pelajar di Sidoarjo dengan harga per butirnya Rp 1.000, tapi harus dibeli minimal 10 butir,” jelas Hendro di hadapan penyidik di Mapolsek Jambangan, Senin (31/7).
Sementara itu Kapolsek Jambangan, Komisaris Polisi (Kompol) Gatot Haryanto menjelaskan pelaku ditangkap pada saat anggotanya menggelar cipta kondisi. Saat itu anggota menghentikan sepeda motor yang dinaiki tiga orang dan satu diantaranya adalah tersangka. Hendro terlihat panik dan membuang bungkus rokok di pinggir jalan.
“Kami mencurigai bungkus itu dan mengambilnya. Ternyata di dalam bungkus rokok terdapat tujuh plastik berisi pil double L. Tersangka langsung kami interogasi dan mengaku hendak mengantar pil pesanan di Surabaya," kata Kompol Gatot Haryanto, Senin (31/7).
Perwira dengan dua melati di pundak itu menambahkan, berdasar hasil penggeledahan didapati 53 klip plastik yang total berisi 7.540 butir pil double L. Tersangka mengaku mendapat pasokan dari Mojoagung, Jombang. Dimana setiap membeli 1.000 butir dihargai senilai Rp 500 ribu.
Editor : Administrator