RADAR SURABAYA – Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia semakin dekat dengan gelar juara putaran pertama Final Four Proliga 2026.
Kepastian itu didapat setelah mereka menaklukkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-15, 25-19) di Jawa Pos Arena, Surabaya, Minggu (5/4) malam.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Gresik Phonska, setelah sebelumnya juga mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor identik 3-0 pada laga pembuka.
Dengan hasil tersebut, tim asuhan Alessandro Lodi kini memuncaki klasemen sementara dengan raihan 6 poin.
Mereka unggul atas Jakarta Pertamina Enduro (4 poin), Jakarta Electric PLN (2 poin), dan Jakarta Popsivo Polwan yang belum meraih poin.
Baca Juga: LavAni Taklukkan Samator 3-1, Penentuan Juara Final Four Proliga 2026 Makin Panas
Penentuan Juara di Laga Terakhir
Gresik Phonska akan menghadapi Jakarta Pertamina Enduro pada laga terakhir putaran pertama Final Four yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah.
Pertandingan ini diprediksi menjadi penentu gelar juara putaran pertama.
Dominasi Gresik Phonska Sejak Set Awal
Sejak set pertama, Gresik Phonska tampil dominan. Jakarta Electric PLN hanya mampu memberikan perlawanan di awal set sebelum akhirnya tertekan oleh permainan agresif lawan.
Serangan tajam melalui servis dan smes yang dilancarkan Annie Valentine Mitchem serta Oleksandra Bytsenko menjadi kunci kemenangan tim asal Gresik tersebut.
Mitchem tampil sebagai bintang dengan torehan 25 poin, sementara Bytsenko menyumbang 14 poin.
Evaluasi Electric PLN: Banyak Kesalahan Sendiri
Kapten Jakarta Electric PLN Mobile, Agustin Wulandari, mengakui timnya tampil di bawah performa terbaik.
“Kami sebenarnya sudah menyiapkan strategi, tetapi tidak berjalan dengan baik. Banyak kesalahan terjadi, terutama saat menerima servis,” ujarnya.
Baca Juga: Netizen Heboh, Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Tepergok Jalan Bareng, Pacaran?
Hal senada disampaikan asisten pelatih Anantachai Yoonprathom yang menyebut timnya melakukan sekitar 20 kesalahan sepanjang pertandingan.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memperbaiki diri agar lebih siap di laga berikutnya,” katanya.
Sempat Diwarnai Kartu Merah Pelatih
Pada set ketiga, pelatih Gresik Phonska Alessandro Lodi sempat menerima kartu merah dari wasit akibat protes berlebihan. Insiden tersebut sempat membuat Jakarta Electric PLN unggul 10-8.
Namun, Gresik Phonska mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 16-13, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 25-19.
“Secara keseluruhan, para pemain tampil sangat baik. Kami juga mendapatkan banyak poin dari servis,” kata Lodi.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan