Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Squash Masuk PON 2028, PSI Jatim Tancap Gas Siapkan Atlet dan Infrastruktur

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 1 April 2026 | 15:53 WIB
Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil (kiri) bersama Ketua Pengprov PSI Jatim, Syaiful Ma
Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil (kiri) bersama Ketua Pengprov PSI Jatim, Syaiful Ma'arif (tengah) dan Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim Jefri Tagore.

RADAR SURABAYA - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Seluruh Indonesia (PSI) Jawa Timur kembali mengintensifkan pembinaan atlet setelah

cabang olahraga squash dipastikan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Sebelumnya, squash sempat tidak masuk dalam daftar cabang olahraga PON 2028 karena belum berstatus sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas pembinaan di daerah.

Namun, situasi berubah setelah squash resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Baca Juga: Inilah 48 Tim Lolos ke Piala Dunia 2026, Kongo dan Irak Segel Dua Tiket Terakhir lewat Jalur Playoff

Kepastian ini sekaligus membuka jalan bagi squash untuk kembali masuk dalam PON.

Ketua PSI Jawa Timur, Syaiful Ma’arif, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diperoleh usai audiensi dengan KONI Pusat.

“Alhamdulillah, hasil audiensi dengan KONI Pusat menyatakan bahwa pada PON XXII 2028, salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan adalah squash,” ujar Syaiful saat ditemui di Gedung KONI Jawa Timur, Surabaya, Selasa (31/3). 

Gelar Kejuaraan, Jaring Atlet Potensial

Menindaklanjuti kepastian tersebut, PSI Jawa Timur langsung menyusun strategi pembinaan. Salah satu langkah utama adalah menggelar kejuaraan untuk menjaring bibit atlet potensial.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat regenerasi atlet, selain mempertahankan dua atlet peraih medali perak pada PON XXI 2024 di Sumatera Utara.

Pembinaan yang terstruktur diharapkan mampu meningkatkan daya saing Jawa Timur pada ajang PON mendatang.

Minim Lapangan Jadi Kendala

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan utama. Syaiful mengakui bahwa minimnya lapangan squash membuat pembinaan belum berjalan secara optimal dan masif.

Baca Juga: Peringatan Calon Mahasiswa Baru! Tidak Registrasi Ulang SNBP Tak Bisa Ikut SNBT Maupun Jalur Mandiri di Semua PTN

Karena itu, pihaknya berupaya mencari solusi dengan menghadirkan fasilitas yang memenuhi standar pembinaan atlet.

Gandeng Unesa Bangun Pusat Pembinaan

Sebagai langkah konkret, PSI Jawa Timur berencana bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam penyediaan lapangan sekaligus pusat pembinaan atlet.

“Kami sudah berdiskusi dengan Rektor Unesa Prof Nurhasan. Nantinya akan dipersiapkan fasilitas di sana karena memiliki sarana olahraga yang lebih lengkap,” jelas Syaiful.

Kerja sama ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan squash di Jawa Timur secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Target Ikuti Semua Nomor di PON

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, meminta Pengprov PSI Jawa Timur segera mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari perekrutan atlet hingga pemetaan kekuatan lawan.

Ia juga mendorong agar Jawa Timur dapat mengikuti seluruh nomor pertandingan yang dipertandingkan di PON 2028.

“Saya berharap kita bisa mengikuti semua nomor. Kalau ada tujuh nomor, sebisa mungkin kita ikuti semuanya karena waktunya masih cukup panjang,” kata Nabil.

Dengan waktu persiapan yang masih panjang dan dukungan pembinaan yang mulai diperkuat, peluang Jawa Timur untuk kembali berprestasi di cabang olahraga squash terbuka lebar.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#squash #syaiful ma'arif #Muhammad Nabil #KONI Jatim #PON 2028