Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tantang Indonesia Tanpa Rasa Takut, Saint Kitts and Nevis Pede di Laga FIFA Series 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 27 Maret 2026 | 07:27 WIB
Pelatih timnas St Kitts dan Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano (tengah) dan pemainnya Julani Archibald (kanan) menghadiri jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/3)./ANTARA/RAUF ADIPATI.
Pelatih timnas St Kitts dan Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano (tengah) dan pemainnya Julani Archibald (kanan) menghadiri jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/3)./ANTARA/RAUF ADIPATI.

Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis di Laga Perdana FIFA Series 2026

RADAR SURABAYA- Timnas Indonesia akan melakoni partai pertama FIFA Series 2026 pada Jumat (27/3) malam dengan menghadapi Saint Kitts and Nevis, negara yang terletak di kawasan Karibia.

FIFA Series 2026 yang digelar di Indonesia akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan diikuti oleh empat negara, yaitu Indonesia, Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, serta Kepulauan Solomon.

Kejuaraan ini merupakan agenda FIFA yang mempertemukan negara dari berbagai benua. Indonesia sebagai wakil AFC akan bertemu Bulgaria (UEFA), Saint Kitts and Nevis (Concacaf), serta Kepulauan Solomon (OFC).

Profil Singkat Saint Kitts and Nevis

Saint Kitts and Nevis merupakan negara di kawasan Karibia, Amerika Utara, yang terdiri atas dua pulau utama, yaitu Saint Kitts dan Nevis.

Negara ini berbatasan dengan Antigua dan Barbuda di timur, Sint Eustatius dan Saba (Belanda) di utara, Saint Barthélemy (Prancis) di timur laut, serta Montserrat (Inggris) di tenggara.

Baca Juga: Les Bleus Tumbangkan Brasil 2-1, Mbappe dan Ekitike Jadi Penentu Kemenangan Prancis

Kedua pulau tersebut pertama kali ditemukan oleh penjelajah asal Portugal, Christopher Columbus, pada 1493.

Pemukiman Eropa mulai berdiri pada 1623 oleh Inggris di bawah pimpinan Thomas Warner.

Dua tahun kemudian, pemukim Prancis di bawah Pierre Belain d'Esnambuc turut menetap di wilayah tersebut.

Saint Kitts and Nevis kemudian menjadi koloni Inggris sejak abad ke-18 dan akhirnya meraih kemerdekaan penuh pada 19 September 1983.

Saat ini, negara tersebut merupakan anggota Persemakmuran Bangsa-Bangsa (Commonwealth) dan mengakui Raja Charles III sebagai kepala negara.

Sejarah Singkat Timnas Saint Kitts and Nevis

Federasi Sepak Bola Saint Kitts and Nevis didirikan pada 1932. Mereka bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) pada 1990, lalu resmi menjadi anggota FIFA pada 1992.

Baca Juga: Elkan Baggott Antusias Kembali ke Timnas Indonesia, Siap Buktikan Kualitas di FIFA Series

Tim nasional Saint Kitts and Nevis pertama kali melakoni pertandingan internasional melawan Grenada pada 18 Agustus 1938 dan kalah dengan skor 2-4.

Sementara itu, laga resmi pertama mereka terjadi pada Kejuaraan CFU 1979 saat menghadapi Jamaika, dengan hasil kekalahan 1-2.

Sepanjang sejarahnya, Saint Kitts and Nevis belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia. Mereka hanya sekali tampil di Piala Emas Concacaf, yakni pada 2023.

Pada turnamen tersebut, mereka tergabung di Grup A dan menelan tiga kekalahan: 0-3 dari Trinidad dan Tobago, 0-6 dari Amerika Serikat, serta 0-5 dari Jamaika.

Prestasi terbaik mereka adalah menjadi runner-up Piala Karibia 1997.

Saat ini, Saint Kitts and Nevis menempati peringkat ke-154 FIFA. Peringkat tertinggi mereka adalah ke-73 pada Oktober 2016 dan Maret 2017, sedangkan posisi terendah adalah ke-176 pada November 1994.

Pencetak Gol Terbanyak

Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Saint Kitts and Nevis adalah Keith Kayamba Gumbs, dengan torehan 53 gol dari 132 penampilan pada periode 1993–2011.

Mantan pemain berusia 53 tahun tersebut pernah berkarier di Indonesia dengan membela Sriwijaya FC (2007–2013), Arema Cronus (2012–2013), dan Barito Putera (2013).

Ia menutup karier profesionalnya di Indonesia setelah memperkuat Barito Putera.

Selama berkiprah di Indonesia, Kayamba Gumbs meraih gelar Liga Indonesia 2007/2008 dan 2011/2012, serta Piala Indonesia 2007/2008, 2008/2009, dan 2009/2010 bersama Sriwijaya FC.

Bersama Sriwijaya FC, ia mencatatkan 142 penampilan di berbagai ajang dan menyumbangkan 72 gol.

Performa Terbaru 2025

Sepanjang 2025, Saint Kitts and Nevis menjalani sejumlah pertandingan resmi, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Concacaf.

Mereka hanya mampu mencapai putaran kedua setelah finis di peringkat keempat Grup B, sehingga gagal melaju ke putaran berikutnya.

Dalam dua laga pada 2025, mereka kalah dari Trinidad dan Tobago (2-6) serta Grenada (2-3).

Laga internasional terakhir mereka terjadi saat menghadapi Belize dalam ajang CONCACAF Series 2025/2026, dengan kekalahan 2-6.

Baca Juga: Jurgen Klopp Akhirnya Buka Suara! Fakta Sebenarnya di Balik Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool

Pertandingan melawan Indonesia akan menjadi laga internasional pertama mereka pada 2026.

Tak Gentar Hadapi Indonesia

Pelatih Saint Kitts and Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano, menegaskan timnya tidak gentar menghadapi tekanan suporter tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menurutnya, sejumlah pemainnya telah terbiasa tampil di stadion besar dengan kapasitas 20 ribu hingga 70 ribu penonton.

“Kami memiliki pemain yang bermain di liga-liga Eropa dan terbiasa tampil di stadion besar,” ujar Serrano dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia juga menekankan pendekatan humanis dalam membangun kepercayaan diri tim.

“Kami tidak melihat angka terlebih dahulu. Angka hanyalah persamaan matematika. Kami melihat manusianya,” katanya.

Sementara itu, pemain Saint Kitts and Nevis, Julani Archibald, menegaskan timnya datang dengan misi meraih hasil maksimal.

“Kami datang ke sini untuk merusak pesta. Kami tidak peduli berapa banyak orang di tribun,” ujar Archibald.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Marcelo Augusto Silva Serrano #Saint Kitts and Nevis #FIFA series 2026 #Timnas Indonesia