RADAR SURABAYA- Pelatih Pep Guardiola menegaskan Manchester City membutuhkan “pertandingan yang sempurna” untuk membalikkan ketertinggalan tiga gol dari Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League.
City harus menang minimal tiga gol saat menjamu Real Madrid di Etihad Stadium pada Rabu dini hari WIB (18/3).
Pada leg pertama di Santiago Bernabéu Stadium pekan lalu, tim asuhan Guardiola kalah telak 0-3.
Situasi tersebut membuat peluang The Citizens untuk lolos ke perempat final Liga Champions menjadi sangat berat.
Baca Juga: KONI Jatim Gandeng BPJS, Cedera Atlet Kini Dijamin dari Latihan hingga Kompetisi
Guardiola mengakui timnya harus tampil nyaris tanpa kesalahan jika ingin menciptakan kebangkitan dramatis.
“Pertandingan ini harus sempurna dalam banyak aspek,” kata Guardiola dalam konferensi pers.
“Dukungan suporter, keputusan wasit, dan banyak hal lain harus berjalan sangat baik agar hal seperti ini bisa terjadi.”
Peluang Comeback Masih Terbuka
Meski tertinggal agregat besar, Guardiola tetap percaya peluang comeback masih ada. Ia meminta para pemainnya untuk terus berjuang hingga peluit akhir.
“Kami harus mengambil lebih banyak risiko dalam permainan. Bahkan jika hasil di babak pertama tidak bagus, kami harus terus mencoba. Dalam sepak bola, Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi,” ujarnya.
Baca Juga: Manchester City Tersandung di Kandang West Ham, Arsenal Kian Dekat Juara Liga Inggris
Dalam 20 tahun terakhir, hanya tiga tim yang mampu membalikkan defisit tiga gol dari leg pertama di Liga Champions.
Namun, Manchester City memiliki pengalaman melakukan kebangkitan dramatis di kandang sendiri.
Kenangan Comeback Dramatis di Etihad
Salah satu momen paling ikonik terjadi pada musim 2021/2022 ketika City menghadapi Aston Villa di laga terakhir Premier League.
Saat itu Villa unggul 2-0 hingga menit ke-70, hasil yang hampir membuat Liverpool asuhan Jurgen Klopp menjadi juara. Namun, Manchester City mencetak tiga gol dalam lima menit terakhir untuk memastikan gelar liga.
Gelandang Bernardo Silva menilai pengalaman tersebut membuktikan bahwa segalanya masih mungkin terjadi.
“Empat tahun lalu kami tertinggal 0-2 dari Villa hingga menit ke-70. Dalam 10 menit kami mencetak tiga gol,” kata Silva.
“Saat menonton ulang pertandingan di Madrid, menurut saya hasil 0-3 tidak mencerminkan performa kami.”
Meski begitu, Silva menegaskan bahwa dalam sepak bola hanya hasil akhir yang dihitung.
Guardiola Beri Pemain Waktu Istirahat
Menjelang laga krusial tersebut, Guardiola mengambil langkah tidak biasa dengan membatalkan sesi latihan pada Senin dan memberi pemain waktu istirahat.
Keputusan ini diambil setelah tim menjalani perjalanan panjang usai menghadapi West Ham United di London dan baru tiba kembali di Manchester sekitar pukul 03.00 dini hari.
“Kami akan berlatih besok, bukan hari ini,” kata Guardiola.
“Lebih baik para pemain berada di rumah bersama keluarga, beristirahat, lalu kami bertemu kembali untuk latihan sebelum pertandingan.”
Dengan tekanan besar dan defisit tiga gol, Manchester City kini berharap dukungan penuh publik Etihad dapat membantu mereka menciptakan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah Liga Champions.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan