RADAR SURABAYA — Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, mengakui penampilannya menurun pada partai final Swiss Open 2026 setelah harus mengakui keunggulan Yushi Tanaka dari Jepang.
Pada pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (16/3) malam, Alwi yang berstatus unggulan keenam kalah dua gim dengan skor 18-21, 12-21.
Meski gagal meraih gelar juara, Alwi tetap bersyukur atas pencapaiannya sepanjang turnamen.
Ia menilai perjalanan hingga partai final bukanlah hal yang mudah karena harus melewati sejumlah pertandingan yang berat.
“Pasti bersyukur. Ini minggu yang luar biasa dan tidak mudah karena banyak tantangan yang harus saya lewati.
Baca Juga: Barcelona Hajar Sevilla 5-2, Raphinha Hattrick dan Blaugrana Kokoh di Puncak La Liga
Sayang sekali di partai final saya merasa tampil antiklimaks, tetapi saya akui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI.
Faktor Kelelahan Pengaruhi Performa
Alwi mengungkapkan kondisi fisik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi performanya di partai final.
Ia mengaku memiliki waktu pemulihan yang terbatas setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya.
Menurutnya, proses pemulihan yang tidak optimal membuat performanya di laga puncak tidak bisa tampil maksimal meskipun ia tetap berusaha memberikan perlawanan terbaik.
“Saya merasa kurang bisa recovery dengan lebih baik setelah laga semifinal tadi malam. Ke depan saya akan kembali lebih kuat dan mencoba lagi di kesempatan berikutnya,” kata Alwi.
Pengalaman Berharga dari Dua Turnamen Besar
Walaupun gagal membawa pulang gelar juara, Alwi menilai dua pekan terakhir menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kariernya.
Baca Juga: Rakit Petasan Lalu Meledak, Warga di Pamekasan Alami Luka Parah
Ia mendapatkan banyak pelajaran dari turnamen dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Menariknya, menurut Alwi, tingkat persaingan di Swiss Open yang berstatus turnamen BWF Super 300 tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya pada pekan sebelumnya, yakni All England Open Badminton Championships.
“Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen, saya tetap mencoba memberikan yang terbaik. Ini menjadi pengalaman penting untuk pertandingan berikutnya,” ujar Alwi.
Hasil ini membuat Alwi Farhan tetap menunjukkan progres positif sebagai salah satu tunggal putra muda Indonesia yang mulai konsisten menembus babak akhir turnamen internasional.
Pencapaiannya di Swiss Open 2026 juga menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya di kalender BWF musim ini.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan