Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PSSI Klaim VAR Tingkatkan Akurasi Keputusan Wasit hingga 90 Persen di Super League

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 11 Maret 2026 | 03:55 WIB

Wasit Azel Febrian Sinaga melihat Video Assistant Referee (VAR).
Wasit Azel Febrian Sinaga melihat Video Assistant Referee (VAR).

RADAR SURABAYA – Komite Wasit Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan bahwa penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) mampu meningkatkan ketepatan keputusan wasit pada kompetisi sepak bola divisi elite Super League hingga mencapai 90 persen.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan bahwa peningkatan tersebut didasarkan pada evaluasi data pertandingan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kinerja wasit di Super League meningkat berdasarkan data, dan ini tidak ada manipulasi,” ujar Ogawa kepada awak media dalam acara Refereeing Workshop for Media yang digelar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia bekerja sama dengan PSSI Pers di Jakarta, Selasa.

VAR Dorong Akurasi Keputusan Wasit

Ogawa menjelaskan bahwa hingga pekan ke-23 kompetisi Super League Indonesia musim 2025/2026 tercatat sebanyak 239 insiden penting yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 215 keputusan wasit dinilai tepat. Artinya, tingkat akurasi keputusan mencapai sekitar 90 persen.

Persentase tersebut meningkat sekitar dua persen dibandingkan periode yang sama pada musim 2024/2025.

Pada musim sebelumnya, hanya tercatat 161 keputusan tepat atau sekitar 80 persen dari total 183 insiden.

“Penilaian dilakukan dengan mengacu pada data pertandingan, termasuk analisis tayangan ulang dan evaluasi teknis yang dilakukan oleh Komite Wasit,” jelas Ogawa.

Teknologi VAR dinilai berperan penting dalam membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat, terutama pada momen krusial seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.

Keputusan Salah Masih Ada

Meski tingkat akurasi meningkat, Komite Wasit PSSI mencatat masih terdapat keputusan yang dinilai keliru.

Selama 23 pekan kompetisi Super League musim ini, tercatat 24 keputusan wasit yang dianggap salah atau sekitar 10 persen dari total insiden yang dianalisis.

Secara jumlah memang meningkat dibandingkan musim sebelumnya yang mencatat 22 keputusan keliru. Namun, secara persentase angka tersebut justru menurun dari 12 persen pada musim 2024/2025.

Menurut Ogawa, dinamika perdebatan mengenai keputusan wasit merupakan hal yang wajar dalam sepak bola. Namun, setiap keputusan tetap melalui proses evaluasi yang sistematis.

“Meskipun sering ada dinamika dalam membahas keputusan wasit, tetap ada kesimpulan akhir untuk menentukan apakah keputusan tersebut benar atau salah,” katanya.

PSSI Terus Tingkatkan Kualitas Wasit

Meski terjadi peningkatan performa, Ogawa mengakui pihaknya belum sepenuhnya puas dengan capaian tersebut.

Komite Wasit PSSI terus melakukan berbagai program peningkatan kualitas, mulai dari pelatihan teknis, evaluasi rutin pertandingan, hingga edukasi berkelanjutan kepada para wasit dan perangkat pertandingan.

Program tersebut bertujuan agar standar kepemimpinan pertandingan di kompetisi domestik semakin profesional dan mendekati standar internasional.

Selain itu, Ogawa juga menyoroti pentingnya dukungan dari seluruh elemen sepak bola nasional agar wasit dapat menjalankan tugasnya tanpa tekanan.

PSSI Minta Keamanan Wasit Dijaga

Dalam beberapa pertandingan, keputusan wasit kerap memicu protes keras dari pemain, pelatih, hingga suporter. Situasi tersebut dinilai dapat berdampak pada keamanan dan keselamatan wasit di lapangan.

Karena itu, Ogawa berharap semua pihak di dunia sepak bola Indonesia dapat menjaga kondusivitas pertandingan.

Ia menegaskan bahwa protes terhadap keputusan wasit sebaiknya disampaikan melalui mekanisme yang tersedia, bukan dengan tindakan yang berpotensi mengancam keamanan.

“Wasit harus bisa memimpin pertandingan tanpa tekanan agar dapat menghasilkan keputusan yang adil,” ujar Ogawa.

Menurut dia, keamanan bagi wasit merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas kompetisi dan kemajuan sepak bola di Indonesia.

Dengan dukungan teknologi VAR serta peningkatan kualitas perangkat pertandingan, PSSI berharap kompetisi Super League dapat berjalan lebih profesional, transparan, dan semakin dipercaya oleh publik sepak bola nasional.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Video Assistant Referee (VAR) #wasit #super league #pssi