RADAR SURABAYA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait kasus dugaan
pelecehan seksual yang menjerat Ketua Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur, Wira Prasetya Catur.
Menurut Nabil, perkara tersebut sepenuhnya berada dalam ranah penegakan hukum sehingga penanganannya menjadi kewenangan aparat kepolisian.
KONI Jawa Timur, kata dia, tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung.
“Itu merupakan ranah hukum sehingga menjadi urusan kepolisian. Mudah-mudahan prosesnya bisa segera selesai,” ujar Nabil kepada awak media.
KONI Jatim Hormati Proses Hukum
Nabil menjelaskan, KONI Jawa Timur sebagai induk organisasi olahraga di tingkat provinsi memiliki fungsi koordinatif terhadap cabang olahraga yang berada di bawah naungannya, termasuk Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur.
Namun, terkait sanksi organisasi maupun keputusan internal kepengurusan, sepenuhnya menjadi kewenangan Pengurus Besar (PB) Kick Boxing Indonesia.
Karena itu, KONI Jatim akan mengikuti setiap keputusan yang diambil oleh PB KBI terkait status kepengurusan organisasi tersebut.
“Untuk keputusan organisasi, tentu itu menjadi kewenangan PB KBI. KONI Jatim hanya menjalankan fungsi koordinasi dan pembinaan secara umum,” jelasnya.
Jabatan Ketua KBI Jatim Diisi Pelaksana Tugas
Seiring dengan bergulirnya kasus hukum tersebut, posisi Ketua KBI Jawa Timur yang sebelumnya dijabat oleh Wira Prasetya Catur kini telah diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Penunjukan Plt tersebut dilakukan langsung oleh PB KBI tanpa keterlibatan KONI Jawa Timur.
Nabil menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan kebijakan internal organisasi kick boxing di tingkat nasional.
“Sudah ada pelaksana tugasnya, tetapi penunjukan itu berasal dari PB KBI. KONI tidak terlibat dalam hal tersebut,” kata Nabil.
Dengan adanya Plt, diharapkan roda organisasi KBI Jawa Timur tetap berjalan normal, termasuk program pembinaan atlet yang selama ini menjadi prioritas.
Pembinaan Atlet Dipastikan Tetap Berjalan
Meski tengah menghadapi persoalan hukum yang menimpa salah satu pengurusnya, Nabil memastikan kasus tersebut tidak akan mengganggu proses pembinaan atlet kick boxing di Jawa Timur.
Ia menilai, program latihan, pembinaan, serta persiapan atlet tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini penting agar para atlet tetap fokus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi.
“Kami memastikan pembinaan atlet tetap berjalan. Jangan sampai atlet terdampak oleh persoalan organisasi,” ujarnya.
Kick boxing sendiri merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang cukup berkembang di Jawa Timur dan telah menyumbang sejumlah atlet berprestasi di berbagai ajang nasional.
KBI Jatim Segera Gelar Musprov
Dalam waktu dekat, Pengprov KBI Jawa Timur juga dijadwalkan menggelar musyawarah provinsi (musprov) untuk memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi tersebut ke depan.
Musprov tersebut diharapkan dapat menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat tata kelola kepengurusan KBI Jatim agar lebih profesional dan berintegritas.
Dengan kepemimpinan baru nantinya, diharapkan pembinaan atlet kick boxing di Jawa Timur bisa semakin optimal.
Nabil mengaku menyayangkan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi di lingkungan olahraga.
Menurutnya, dunia olahraga seharusnya menjadi ruang yang aman, sehat, dan kondusif bagi para atlet untuk berkembang.
Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengurus cabang olahraga untuk lebih fokus pada pembinaan atlet, pemberdayaan sumber daya manusia olahraga, serta peningkatan prestasi.
“Integritas dan profesionalisme pengurus olahraga sangat penting agar ekosistem olahraga tetap sehat dan kondusif bagi para atlet,” tegasnya.
Fokus Persiapan Ajang PON Bela Diri
Secara organisasi, Nabil juga menyatakan bahwa KONI Jawa Timur siap membantu berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan KBI Jatim, terutama dalam menghadapi agenda penting olahraga nasional.
Salah satunya adalah persiapan menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri, yang menjadi salah satu target pembinaan atlet bela diri di Indonesia.
“Apabila diperlukan, KONI akan ikut membantu mempersiapkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan KBI Jawa Timur, khususnya dalam menyambut ajang PON Bela Diri,” ujarnya.
Nabil berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas dunia olahraga di Jawa Timur. Dengan demikian, pembinaan atlet dapat terus berjalan optimal dan mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, stabilitas organisasi dan komitmen terhadap pembinaan atlet merupakan kunci utama untuk menjaga prestasi olahraga Jawa Timur tetap berada di level teratas.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan