RADAR SURABAYA - Olahraga flag football mulai diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Surabaya. Taylormade Academy Flag Football (TAFF) menggelar roadshow pengenalan sekaligus penjaringan pemain di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Minggu (21/12).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TAFF mengenalkan flag football, olahraga turunan American football yang dimainkan dengan format lima lawan lima. Ukuran lapangan yang lebih kecil membuat permainan berlangsung cepat, dinamis, dan penuh persaingan.
Menariknya, roadshow tersebut turut menghadirkan pemain profesional flag football asal Amerika Serikat, Dana Taylor. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberi pengalaman langsung bagi peserta untuk belajar dari atlet berpengalaman.
Pelatih Tim Nasional Indonesia Flag Football Putri Indonesia, Windra Thio, mengatakan roadshow ini juga difokuskan untuk mencari bibit atlet potensial dari berbagai daerah, termasuk Surabaya.
“Lewat roadshow seperti ini, kami ingin tahu di daerah mana saja ada pemain-pemain yang punya kemampuan bagus. Baik dari SMA dan universitas. Nantinya mereka akan kami undang untuk ikut try out timnas,” ujar Windra.
Menurut Windra, Timnas Flag Football Indonesia masih tergolong baru, sehingga proses pencarian pemain terus dilakukan. Kriteria usia yang dibidik berkisar 16 hingga 30 tahun agar bisa diproyeksikan masuk skuad tim nasional.
“Untuk usia, kurang lebih mulai 16 tahun sampai 30 tahun. Mereka sudah bisa masuk timnas, baik putra maupun putri,” jelasnya.
Di Surabaya sendiri, flag football sebenarnya sudah berkembang cukup lama, meski belum terlalu dikenal masyarakat luas. Salah satunya yang aktif berada di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
“Di Surabaya sudah ada sejak lama, tapi memang belum terlalu hype. Kalau di Jakarta, komunitas dan timnya lebih banyak,” ungkap Windra.
Flag football dikenal sebagai olahraga yang sangat populer di Amerika Serikat. TAFF pun berupaya membawa olahraga ini semakin dikenal di Indonesia, terlebih setelah flag football resmi masuk cabang olahraga Olimpiade.
Timnas Flag Football Indonesia sendiri pada Oktober lalu tampil dalam turnamen internasional. Indonesia berlaga di China dan menghadapi 16 negara dari kawasan Asia hingga Oseania, dan baik timnas putra dan timnas putri masuk dalam lima besar.
“Kita berangkat dengan timnas putra dan putri, dua-duanya bisa tembus lima besar,” kata Windra.
Untuk persiapan, timnas menjalani latihan rutin dua kali dalam sepekan, ditambah satu sesi khusus pembahasan strategi. Program ini dijalani selama enam bulan hingga tim dinilai siap bertanding.
Salah satu peserta roadshow, Muhammad Prakoso, pemain flag football asal Surabaya, mengaku tertarik dengan olahraga ini karena menuntut strategi yang matang.
“Flag football itu seru karena strateginya dalam. Antara tim menyerang dan bertahan benar-benar berbeda,” ujarnya.
Prakoso menjelaskan, tidak seperti olahraga lain yang pemainnya bisa menyerang dan bertahan secara bersamaan, flag football memiliki pergantian pemain yang jelas.
“Kalau tim penyerang selesai main, semua harus keluar dan diganti tim bertahan. Jadi permainannya lebih terstruktur,” jelasnya.
Ia menambahkan, dibanding American football, flag football jauh lebih aman karena minim kontak fisik. Meski tergolong baru dikenal di Indonesia sejak 2009, olahraga ini mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Bukan olahraga baru di dunia, tapi sekarang mulai naik di Indonesia karena sudah masuk Olimpiade,” pungkas Prakoso. (sam/vga)
Editor : Vega Dwi Arista