Radar Surabaya – Olahraga menjadi salah satu cara menjaga tubuh tetap bugar. Namun, aktivitas fisik yang dilakukan tanpa persiapan justru berisiko menimbulkan cedera. Dokter spesialis kesehatan olahraga, dr. Carmen SY Jahja, mengingatkan masyarakat untuk tidak asal bergerak saat berolahraga dan selalu memperhatikan aspek keselamatan.
Salah satu hal penting adalah pemanasan dan pendinginan. Menurut dr. Carmen, otot yang kaku akan lebih lentur dengan gerakan ringan sehingga sirkulasi darah lancar dan risiko cedera dapat ditekan. Setelah olahraga selesai, pendinginan selama 5–10 menit juga diperlukan untuk menormalkan kembali detak jantung.
Penggunaan perlengkapan olahraga yang tepat juga tidak boleh diabaikan. Sepatu lari, misalnya, berbeda dengan sepatu futsal. Begitu pula dengan pakaian, sebaiknya dipilih yang nyaman agar tubuh leluasa bergerak. Kesalahan memilih peralatan kerap menjadi pemicu cedera.
Asupan nutrisi dan cairan pun berperan penting. Olahraga dalam kondisi perut kosong atau kekurangan cairan membuat tubuh cepat lelah, konsentrasi menurun, dan cedera lebih mudah terjadi. Karena itu, disarankan selalu membawa air minum untuk mengganti cairan yang hilang selama beraktivitas.
Selain itu, tubuh tidak boleh dipaksakan melebihi kemampuan. Olahraga harus dilakukan secara konsisten, bukan berlebihan. Bila tubuh mulai terasa lelah atau tidak nyaman, sebaiknya segera beristirahat. Olahraga berlebihan justru dapat membuat stamina turun drastis.
dr. Carmen menegaskan, kunci olahraga yang sehat adalah melakukannya dengan bijak.
“Tubuh kita harus dirawat, jangan sampai aktivitas sehat malah jadi sumber masalah karena tidak hati-hati,” tegasnya. (ali/fir)
Editor : M Firman Syah