RADAR SURABAYA - Menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2025 yang akan berlangsung pada 3–5 Oktober di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, para pembalap dunia mulai berdatangan ke Lombok sejak akhir September.
Di tengah persiapan intensif menghadapi seri ke-18 musim ini, mereka memanfaatkan waktu luang untuk menikmati keindahan alam dan budaya lokal Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran para pembalap seperti Fabio Quartararo, Marc Márquez, Marco Bezzecchi, hingga David Alonso tidak hanya memanaskan atmosfer balapan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Aktivitas mereka di luar lintasan menunjukkan sisi humanis dan kedekatan dengan masyarakat lokal, sekaligus memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia
Ragam Aktivitas Pembalap MotoGP di Lombok
Beberapa pembalap terlihat menjalani rutinitas ringan seperti lari pagi di Desa Kuta Mandalika.
Fabio Quartararo, pembalap Monster Energy Yamaha, tampak berlari santai sambil menikmati udara segar Lombok pada Kamis (2/10).
Sementara itu, David Alonso memilih bersantai menikmati sunset di Pantai Selong Belanak, salah satu pantai ikonik di Lombok.
Marco Morbidelli memanfaatkan dua hari liburnya untuk berjemur di kawasan pantai Mandalika, sedangkan Marc Márquez memilih menginap di resort mewah dan membagikan momen santainya di media sosial.
Aktivitas ini menunjukkan kesiapan infrastruktur pariwisata Lombok dalam menyambut tamu internasional.
Tak hanya itu, parade pembalap MotoGP juga digelar di Mataram pada Rabu (1/10), melibatkan nama-nama besar seperti Francesco Bagnaia, Brad Binder, Miguel Oliveira, dan Mario Aji. Mereka menyapa penggemar lokal sambil menikmati pertunjukan seni tradisional NTB.
Aktivitas menarik lain juga dilakukan Miguel Oliveira dan Jack Miller yang mengikuti kegiatan cooking challenge
Beberapa pembalap bahkan mencoba aktivitas khas lokal seperti membeli bensin eceran, mencicipi pecel lele kaki lima, hingga ikut joget Tabola Bale. Momen ini dibagikan melalui media sosial dan mendapat respons positif dari penggemar.
MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya ajang balap motor kelas dunia, tetapi juga momentum promosi pariwisata dan budaya Lombok.
Aktivitas santai para pembalap di luar sirkuit memperlihatkan Mandalika sebagai destinasi yang ramah, indah, dan siap menyambut dunia.
Dengan perpaduan olahraga, hiburan, dan interaksi budaya, GP Mandalika 2025 menjadi bukti bahwa sport tourism Indonesia memiliki daya saing global. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari