RADAR SURABAYA – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang digelar oleh KONI Pusat di Kudus, Jawa Tengah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai tancap gas. Langkah awal yang dilakukan adalah menyeleksi calon pelatih untuk 10 cabang olahraga (cabor) beladiri secara ketat dan terukur.
Seleksi pelatih atau screening ini dilangsungkan selama tiga hari penuh di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Tahapan ini menjadi fondasi awal untuk membentuk tim tangguh yang akan mewakili Jawa Timur dalam ajang nasional tersebut.
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa proses penyaringan dilakukan secara profesional demi mendapatkan pelatih berkualitas tinggi.
“Kami melakukan seleksi dengan sangat serius. Dari 18 cabor beladiri nasional, hanya 10 yang dipertandingkan di PON Beladiri. Maka, pelatih yang terlibat harus benar-benar mumpuni,” ungkap Nabil, Senin (29/7).
Untuk kebutuhan atlet, KONI Jatim akan mengandalkan para atlet peraih medali dari PON Aceh–Sumut sebelumnya. Jika dibutuhkan tambahan, atlet dari ajang Porprov juga akan dipertimbangkan.
Namun Nabil menegaskan bahwa pihaknya akan selektif dalam menentukan nomor yang diikuti.
“Kami harus realistis. Kalau memang tidak ada atlet yang layak di nomor tertentu, kami tidak akan memaksakan untuk ikut,” ujarnya.
Tak hanya mempertimbangkan pengalaman melatih, proses seleksi juga menekankan pada kemampuan pelatih dalam membaca kebutuhan teknis tiap nomor tanding. Atlet yang dilatih nantinya juga akan dipilih berdasarkan prestasi dan potensi tinggi.
“Tidak semua atlet bisa tampil di semua nomor. Harus sesuai kualifikasi dan potensi medali. Karena itu, seleksi pelatih ini sangat krusial agar proses pembinaan berjalan tepat sasaran,” tambahnya.
10 Cabor Beladiri yang Dipertandingkan di PON 2025
Berikut daftar 10 cabor beladiri (combat sports) yang akan dipertandingkan dalam PON Beladiri 2025: Gula, Judo, Jujitsu, Karate, Pencak Silat, Sambo, Kempo, Taekwondo, Tarung Derajat, dan Wushu.
Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan dan regenerasi atlet-atlet beladiri terbaik dari seluruh Indonesia. Dengan seleksi pelatih yang ketat, KONI Jatim berharap mampu mendulang prestasi maksimal di Kudus nanti.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan