Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peluang Digelarnya Porprov IX 2025 Jatim di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Andy Satria • Senin, 17 Februari 2025 | 16:43 WIB
Pemkot Malang sudah mengenalkan Sima (Singa Malang) sebagai maskot Porprov IX 2025 Kota Malang pada 7 Desember 2024 lalu.
Pemkot Malang sudah mengenalkan Sima (Singa Malang) sebagai maskot Porprov IX 2025 Kota Malang pada 7 Desember 2024 lalu.

RADAR SURABAYA - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang rencananya digelar di Malang Raya menghadapi tantangan baru dengan diterapkannya kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah provinsi.

Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan gelaran olahraga terbesar se-Jawa Timur ini tetap terlaksana dengan sukses.

Latar Belakang Kebijakan Efisiensi Anggaran

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mulai menerapkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Salah satu dampaknya adalah pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50% dan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 200 miliar.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran agar lebih berpihak pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat .

Anggaran Porprov IX Jatim 2025: Aman atau Terancam?

Meski kebijakan efisiensi tengah digencarkan, Pemkot Malang sebagai tuan rumah Porprov IX Jatim 2025 memastikan bahwa anggaran untuk penyelenggaraan acara ini tetap aman.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 65,5 miliar, termasuk Rp2,5 miliar khusus untuk acara pembukaan (opening ceremony) .

Anggaran ini digunakan untuk perbaikan fasilitas olahraga, venue, dan biaya operasional penyelenggaraan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menegaskan bahwa anggaran tersebut telah disesuaikan dan akan dikawal secara ketat untuk memastikan realisasinya.

"Kita akan menjadi tuan rumah, jadi anggaran ini harus diprioritaskan," ujarnya .

Kolaborasi dan Sinergi Antar Pihak

Untuk mengatasi potensi kendala anggaran, Pemkot Malang berencana melakukan kolaborasi dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp 750 juta untuk mendukung penyelenggaraan Porprov IX .

Selain itu, Komisi E DPRD Jatim juga merekomendasikan tambahan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim guna memastikan kelancaran acara .

Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi beban anggaran Pemkot Malang sekaligus memastikan bahwa Porprov IX Jatim 2025 tetap berjalan dengan meriah dan sukses.

Tantangan dan Strategi ke Depan

Meski anggaran utama Porprov IX Jatim 2025 telah diamankan, tantangan tetap ada.

Salah satunya adalah penyesuaian anggaran untuk kegiatan seremonial dan rapat yang juga terkena dampak kebijakan efisiensi .

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Malang berencana merancang konsep acara yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas dan kemeriahan .

Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana olahraga juga menjadi fokus utama.

Stadion Gajayana, GOR Ken Arok, dan kolam renang adalah beberapa venue yang akan ditingkatkan kualitasnya untuk mendukung Porprov IX Jatim 2025 .

Porprov IX Jatim 2025 memiliki peluang besar untuk tetap digelar meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Dengan kolaborasi antar pihak, penyesuaian anggaran, dan fokus pada perbaikan infrastruktur, gelaran olahraga ini diharapkan dapat menjadi ajang prestasi sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur.

Tantangan anggaran justru menjadi momentum untuk menciptakan penyelenggaraan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen kuat dari semua pihak, Porprov IX Jatim 2025 siap menjadi ajang olahraga yang memukau dan berkesan bagi seluruh atlet serta warga masyarakat.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Maskot Porprov Jatim #Porprov IX 2025 Jatim #efisiensi anggaran