RADAR SURABAYA - Turnamen beregu biliar student skuad battle 2024 digelar di Surabaya.
Turnamen yang digelar saat momen HUT ke-79 Kemerdekaan RI sebagai pencarian bibit unggul atlet biliar dan sekaligus mewadahi pelajar dan mahasiswa.
Menurut ketua panitia turnamen student skuad battle 2024, Rony Wirahadikusuma, turnamen diikuti mahasiswa dan pelajar yang ada di Surabaya Raya.
Menariknya turnamen ini berbeda dengan turnamen biliar pada umumnya dengan memodifikasi turnamen beregu yang baru pertama digelar di Indonesia.
Setiap kemenangan per regu mendapat satu poin.
"Baru di Indonesia diadakan turnamen biliar beregu secara resmi dan open pada semua HC atau tingkat level biliar di turnamen antar pelajar dan mahasiswa ini. Jika nantinya seri ada penalti. Untuk satu bola di titik sport dan bola putih free ball," tutur Rony, Sabtu (17/8).
Turnamen yang digelar selama dua hari dari 16-17 Agustus di Mille Billiards, Fairway Nine Mall Surabaya ini disebut Rony untuk mencari bibit atlet biliar di Surabaya.
Pasalnya selama ini biliar yang menjadi cabang olahraga yang potensial masih kurang regenerasi terutama untuk generasi muda, baik pelajar maupun mahasiswa.
"Ya tujuannya untuk mewadahi pemain dan peminat biliar terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Dulu Sursbaya sangat disegani untuk cabang olahraga biliar namun saat ini masih belum tampak, kalah dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dari situlah kami berangkat untuk membuat turnamen agar antusiasme tinggi baik sisi olahraga maupun prestasi," harapnya.
Oleh karena itu dia berharap kedepan turnamen biliar untuk pelajar dan mahasiswa semakin masif digelar.
"Mudah-mudahan Oktober mendatang kami bisa menyelenggarakan lagi turnamen serupa," imbuhnya.
Turnamen biliar student skuad battle diikuti oleh mahasiswa seperti Universitas Surabaya (Ubaya), Petra Cristian University (PSU) hingga Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Tak hanya itu ada juga dari luar Surabaya seperti dari Sidoarjo.
Sebelum turnamen digelar pihaknya juga menggelar road show di sekolah dan kampus.
Rony menyebut animo turnamen perdana ini sangat bagus.
Namun ke depan dia berharap bisa lebih banyak lagi yang ikut dalam turnamen biliar.
Kompetisi ini menurutnya juga menjadi momentum anak muda dalam semangat mengisi kemerdekaan dengan prestasi olahraga.
"Ya, kompetisi pada HUT ke-79 Kemerdekaan RI sebagai semangat anak muda. Yang penting semangat dapat dan mindset berkompetisi juga ada," tegas Roni.
Dalam turnamen tersebut ada delapan meja biliar yang digunakan. Dengan sistem menggunakan setengah kompetisi.
"Ada babak penyisihan, utama dan final di Sabtu ini," ujarnya.
Sementara itu praktisi olahraga dari Unesa, Awang Firmansyah mengatakan turnamen biliar under 23 bentuknya seperti liga, satu tim ada empat pemain.
Menariknya ketika bermain poinnya berdasarkan kemenangan.
"Jadi potensi menangnya sulit diprediksi karena kekuatannya merata, itu penting. Biasanya individu tapi ini secara tim," kata Awang.
Dosen sports science ini melihat turnamen biliar ini untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap olahraga biliar dengan konsep berbeda.
Selain itu juga menghapus stigma negatif terhadap biliar yang selalu berdampingan dengan judi, miras dan rokok.
"Zaman dulu kan olahraga biliar selalu dianggap negatif. Jadi sekarang kita merubah paradigma berfikir negatif menjadi olahraga yang kompetitif. Sekaligus untuk mencari bibit atlet muda berpotensi untuk masa depan," terangnya.
Salah satu peserta turnamen, James Jhon mengaku mempunyai tantangan tersendiri dalam turnamen biliar kali ini karena ini tim biasanya kan individu.
"Ya lumayan sih karena mainnya kan tim jadi ada tantangannya tersendiri," ujar James.
James dan rekan-rekannya yang berasal dari Petra Christian University (PCU) Surabaya berhasil melaju ke semifinal usai mengandalkan lawannya di babak penyisihan. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa