RADAR SURABAYA - Persebaya Surabaya saat ini tengah menyiapkan skema permainan di tangan pelatih baru, Paul Munster untuk menghadapi lanjutan pertandingan Liga 1 2023/2024.
Paul Munster diminta manajemen untuk menukangi Green Force hingga 2025.
Manajemen berharap di tangan pelatih asal Irlandia Utara, bisa meraih hasil yang baik di setiap laga untuk menyelamatkan Green Force dari jurang degradasi.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi mengaku target pertama keluar dari zona degradasi bukanlah merevisi target masuk empat besar musim ini.
Namun ia mengaku akan berupaya bisa memaksimalkan sisa 12 pertandingan.
"Tidak untuk merevisi target masuk 4 besar, namun kita upayakan bisa memaksimalkan setiap pertandingan. Karena peluang meraih hasil baik juga ada," kata Candra, Jumat (5/1).
Ia mengaku sudah berdiskusi panjang dengan Munster, bahkan sampai kepada penyiapan pasukan Green Force di musim depan.
"Kita lihat dulu step by step dalam dua pertandingan ini seperti apa? Realistis memang kita harus selama dulu dari musim ini sembari menyiapkan untuk musim depan," jelas mantan wartawan itu.
Candra mengaku akan mempersiapkan musim depan mulai saat ini karena berdasarkan pengalaman musim kemarin tidak sesederhana prosesnya.
"Sambil perlahan memperbaiki pondisi untuk musim depan. Meski target pemain musim depan masih belum ada. Tapi dari omongannya (Munster, Red) pelan-pelan kita siapkan," imbuhnya.
Dengan keberadaan Paul Munster menjadi head coach atau pelatih kepala, akan mengembalikan posisi pelatih karateker Persebaya Surabaya sebelumnya Uston Nawawi ke asisten pelatih.
Sedangkan untuk pelatih fisik tetap dibawa kendali Muhammad Alimudin, pelatih kiper Benny van Breukelen, dan dibantu oleh para analis.
"Coach Munster datang gak membawa asisten pelatih. Jadi untuk asisten pelatih kembali ke coach Uston Nawawi," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan memilih mantan pelatih Bhayangkara FC itu karena secara regulasi Uston Nawawi belum bisa diangkat sebagai pelatih kepala. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa