Pemkab Sidoarjo serius ingin mengembalikan Jalan Gajah Mada fungsinya sebagai jalan protokol yang bebas hambatan. Sebab, selama ini di pinggir jalan tersebut selalu banyak parkir kendaraan baik di sisi kanan maupun kiri jalan. Selain itu, juga banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) di trotoar.
Dinas Perhubungan (Dishub) bekerja sama dengan Dinas Ketertiban dan Keamanan (Satpol PP) sudah merancang rencana untuk melakukan penindakan. Kepala UPT Parkir Dishub Fery Prasetyo mengatakan selama sepekan terakhir pihaknya mulai memperketat pengawasan di Jalan Gajah Mada. Paling tidak, sudah tidak ada lagi kendaraan yang parkir di trotoar.
“Begitu juga dengan pedagang, tidak diperbolehkan PKL membuka lapak di trotoar," tegasnya.
Namun ia menandaskan mulai minggu depan tindakannya berbeda lagi. Nantinya sudah tidak ada lagi toleransi. Dishub dan Satpol PP akan mengangkut motor yang nekat parkir di trotoar atau PKL yang membuka lapak di jalur khusus pejalan kaki tersebut.
“Nanti polisi juga akan menilang pengendara motornya. Penertiban ini dilakukan untuk memberikan efek jera,” lanjutnya.
Tidak hanya penertiban, selanjutnya penjagaan di Jalan Gajah Mada akan terus diperketat. Fery menjelaskan, saat ini Dishub sudah merancang sejumlah rencana untuk penataan di jalan tersebut.
Langkah pertama adalah memasang pagar pembatas di ruas sebelah barat dan timur. Pagar berukuran setengah meter itu dipasang berderet memanjang, dimulai dari sungai Bok Legi hingga Jalan Majapahit. ”Fungsinya untuk mencegah kendaraan yang parkir di trotoar dan PKL,” jelasnya.
Solusi yang kedua, Dishub sedang mencari titik parkir. Saat ini proses pemetaan sudah dilakukan. Hasilnya ada tiga toko yang tidak digunakan lagi. Toko tersebut bisa disewa untuk digunakan sebagai kantong parkir sementara.
Untuk solusi jangka panjang, Dishub mengajukan dua rencana sekaligus. Yakni mengubah areal plaza Sidoarjo menjadi lahan parkir dan menutup sungai Bok Legi dengan box culvert.
Sementara itu Kepala Satpol PP Widiyantoro Basuki mengatakan, PKL di Jalan Gajah Mada dan Majapahit bakal dimasukkan ke dalam sentra PKL Gajah Mada tetapi tidak seluruhnya ditampung. ”Ada proses seleksi karena jumlahnya lebih dari 300 pedagang," katanya. (nis/jee)
Editor : Lambertus Hurek