Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

New Star Salam Juara Kompetisi Askab Sidoarjo

Lambertus Hurek • Kamis, 21 Desember 2017 | 12:15 WIB
New Star Salam Juara Kompetisi Askab Sidoarjo
New Star Salam Juara Kompetisi Askab Sidoarjo

Kompetisi sepak bola internal kelas utama Askab PSSI Sidoarjo musim ini usai sudah. New Star Salam (NSS) meraih gelar juara dalam kompetisi yang diikuti 10 tim terbaik se-Kabupaten Sidoarjo itu.


Di sisi lain, klub-klub besar yang selama ini berjaya di kompetisi internal malah bertumbangan. Posisi kedua direbut PS Sinar Harapan Tulangan disusul Tunas Jaya Sepande di posisi ketiga. Yang mengenaskan, dua tim besar asal Kecamatan Waru, Pesawad Wedoro dan Perseka Kepuhkiriman, harus terdegradasi ke kelas satu musim depan.


NSS yang bermarkas di Lapangan Suko, Sidoarjo, memang konsisten sejak awal kompetisi. Tim asuhan Hariadi tersebut berhasil mengunci gelar juara setelah mengalahkan Sinar Harapan dalam laga Minggu (17/12) lalu. Pada pertandingan yang digelar di Lapangan Putra Merdeka Wonoayu tersebut NSS menang dengan skor 2-1.


Kompetisi kelas utama tahun ini diikuti 10 tim. Sistem pertandingan menggunakan setengah kompetisi. "Bersyukur bisa juara kelas utama. Tahun kemarin kami naik dari kelas satu," ujar Hariadi.


Yang menarik, tim besar lain seperti Bligo Putra musim ini seperti kehilangan taring. Padahal, tim asal Kecamatan Candi itu selama ini selalu disegani lawan-lawannya. M Zaki, pembina Bligo Putra, mengakui materi pemain senior timnya tahun ini memang berbeda dengan kompetisi internal sebelumnya. Sebab, banyak pemain senior Bligo Putra yang 'naik kelas' untuk merumput di kompetisi yang lebih tinggi.


"Target kami tahun ini memang nggak muluk-muluk. Yang penting, nggak sampai degradasi," ujar Zaki.


Berbeda dengan Pesawad yang turun kasta karena minim poin, Perseka terkena degradasi karena sanksi dari Askab PSSI Sidoarjo. Seperti diketahui, Perseka memilih mogok main di beberapa pertandingan. Selain sanksi degradasi, manajer tim asal Desa Kepuhkiriman ini juga diskor selama dua tahun. (nis/rek)


Editor : Lambertus Hurek