Perkuat Pusat Studi, Bidik Kolaborasi dan Hibah Internasional

Andy Satria • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB
RAKER: Suasana Rapat Kerja (Raker) Pusat Studi DRPM UMSIDA di ruang rapat Rektorat Kampus 1 UMSIDA, Sidoarjo.(IST/RADAR SURABAYA)
RAKER: Suasana Rapat Kerja (Raker) Pusat Studi DRPM UMSIDA di ruang rapat Rektorat Kampus 1 UMSIDA, Sidoarjo.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) terus memperkuat peran pusat studi untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tak hanya berfokus pada program lokal, kampus ini juga mendorong perluasan kolaborasi dan pendanaan internasional agar hasil riset memberikan dampak yang lebih luas.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Pusat Studi Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UMSIDA di ruang rapat Rektorat kampus setempat, Selasa (20/10).

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Pusat Unggulan Institusi (PUI) terlibat dalam rapat kerja untuk menyelaraskan program tahun akademik 2026/2027. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan memetakan peluang pendanaan dari berbagai lembaga internasional.

Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Cahyo Harjo Prakoso Sebut Fase Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Ketua Bidang Pusat Studi DRPM UMSIDA Dr. Noor Fatimah Mediawati, SH, MH, menjelaskan, program kerja yang disiapkan mencakup sejumlah bidang strategis. Mulai penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), digitalisasi, pendidikan, budaya, pemberdayaan perempuan dan anak, hingga kesehatan mental.

Program lainnya menyasar ketahanan pangan, lingkungan, tata kelola publik, serta rekayasa teknik. Seluruh kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sejumlah program konkret telah disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Di antaranya pendampingan penggunaan mesin pengayak padi oleh Pusat Studi Rekayasa Engineering Sipil, pendampingan peternak lebah dan diversifikasi hasil pangan oleh Pusat Studi Pangan dan Perikanan, serta pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal produk oleh Pusat Studi Business, Development, and Digitalization.

Baca Juga: Bank Jatim Fasilitasi 30 UKM Tembus Pasar Global

Pusat studi juga menyiapkan program pembentukan bank sampah mini, lokakarya penguatan sekolah dan organisasi perempuan, pelatihan tata kelola keuangan, seminar SDGs, hingga penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Beragam program tersebut diharapkan mampu menjembatani kompetensi akademisi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan begitu, kegiatan pusat studi tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi juga menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lembaga mitra, dan dunia usaha.

Selain memperkuat pengabdian kepada masyarakat, juga mulai mendorong pusat studi untuk lebih aktif menjajaki kerja sama internasional. Strategi tersebut dibahas melalui materi bertajuk Globalizing Networks: Optimizing Outcomes, Strengthening Recognition yang disampaikan Hazim, S.Th.I., M.Si., dosen Program Studi Psikologi yang tengah menempuh studi doktoral di Jerman.

Baca Juga: Rumah untuk Usaha Bengkel di Jalan Kutisari Surabaya Terbakar

Dalam pemaparannya, Hazim mendorong setiap pusat studi dan PUI untuk memetakan peluang pendanaan yang sesuai dengan bidang keilmuan, kapasitas tim, dan kesiapan mitra.

Sejumlah skema pendanaan yang diperkenalkan meliputi Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE), Driving Urban Transition (DUT), hibah Australia melalui Australia–Indonesia Institute dan Direct Aid Program (DAP), ASEAN–Australia Centre Grants, serta Public Humanities Projects dari National Endowment for the Humanities (NEH).

Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun proposal kolaboratif, memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian luar negeri, serta meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Diet Instan Bisa Ganggu Metabolisme, Dokter Ingatkan Risiko PCOS pada Perempuan

Dalam pemaparan tersebut, sejumlah tenggat pengajuan turut menjadi perhatian. ASEAN–Australia Centre Grants dijadwalkan memiliki tenggat 28 Oktober 2026, disusul pengajuan praproporsal Driving Urban Transition pada 17 November 2026 dan Public Humanities Projects dari NEH pada 16 Desember 2026.

Setiap pusat studi perlu mencermati panduan resmi penyelenggara untuk memastikan kesesuaian persyaratan, kelayakan pengusul, dan jadwal pengajuan. Kesiapan tim serta kecocokan program dengan prioritas pemberi hibah juga menjadi faktor penting agar peluang pendanaan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Direktur DRPM UMSIDA Prof. Dr. Sigit Hermawan, SE, M.Si., menegaskan pentingnya memperluas jaringan kerja sama, terutama bagi pusat studi yang banyak menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Apalagi pusat studi lebih banyak berkegiatan di bidang pengabdian masyarakat, kiranya kolaborasi dan jejaring eksternal atau luar negeri sangat patut dipertimbangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Jam Operasional Penjualan Miras di Surabaya Dibatasi

Menurut dia, keberadaan 12 pusat studi dan satu PUI menjadi modal untuk membangun kolaborasi multidisiplin. Sinergi bidang sosial, hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan lingkungan dapat membantu menyelesaikan persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Kolaborasi juga membuka peluang pengembangan inovasi, penyusunan rekomendasi kebijakan, publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga hilirisasi hasil penelitian.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMSIDA Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, ST, MT, berharap pusat studi mampu menjadi penggerak keunggulan universitas melalui integrasi keilmuan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap ke depan Pusat Studi tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para peneliti, tetapi menjadi motor penggerak keunggulan universitas. Pusat Studi harus mampu mengintegrasikan keilmuan lintas disiplin, menghasilkan inovasi berbasis teknologi, menjunjung nilai-nilai Islam Berkemajuan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Hana, orientasi pusat studi perlu berkembang. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Wagub Jatim Emil Larang Penahanan Ijazah Siswa, Tak Ada Urusan dengan Komite

Karena itu, tindak lanjut rapat kerja diarahkan pada penetapan prioritas program, penguatan kemitraan, pemetaan sumber pendanaan, dan penyusunan target luaran yang terukur.

Melalui langkah tersebut, diharapkan pusat studi dan PUI semakin produktif dalam mengembangkan riset, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat.(sam/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
umsida pusat studi raker