RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Rabu (1/7/2026) diperkirakan didominasi kondisi cerah sejak pagi hingga sore hari. Suhu udara relatif hangat dengan kisaran 22 hingga 32 derajat celsius.
Pagi hari menjadi waktu dengan udara paling sejuk. Pada pukul 05.00, suhu berada di angka 22 derajat celsius dengan kondisi cerah. Memasuki pukul 06.00 hingga 10.00, cuaca tetap cerah dengan suhu perlahan naik dari 22 derajat celsius menjadi 29 derajat celsius.
Menjelang siang hingga sore, panas terasa cukup terik. Suhu udara diperkirakan mencapai puncaknya pada pukul 14.00 hingga 15.00, yakni 32 derajat celsius. Kelembapan udara pada periode ini turun hingga sekitar 48–49 persen, sehingga cuaca cenderung terasa panas dan kering.
Memasuki petang, kondisi langit mulai berubah. Pada pukul 17.00, awan mulai muncul dengan kondisi berawan sebagian. Menjelang malam, tutupan awan semakin meningkat. Cuaca diperkirakan berawan hingga pukul 20.00, sebelum kembali cerah berawan pada malam hari.
Kecepatan angin di Surabaya berkisar 4 hingga 13 kilometer per jam dengan arah dominan ke utara. Sepanjang hari, peluang hujan tercatat 0 persen. Artinya, tidak ada potensi hujan signifikan di Kota Pahlawan pada Rabu ini.
Baca Juga: 32 Pemain Domino Terbaik Tanah Air Adu Strategi di HGI City Cup 2026 Surabaya Fest Finals
Meski cuaca cenderung cerah, warga yang tinggal di kawasan pesisir Surabaya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur, termasuk Surabaya, yang dipicu fenomena bulan purnama pada 30 Juni 2026. Fenomena astronomi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga air pasang dapat masuk ke wilayah daratan pesisir.
Kondisi ini berisiko mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, terutama di permukiman dekat pantai, area tambak, pelabuhan, serta jalur transportasi yang berada di dataran rendah.
Warga pesisir Surabaya diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi pasang air laut. Masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pihak berwenang agar dapat mengantisipasi dampak banjir rob sejak dini. (*)
Editor : Lambertus Hurek