Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Masih Menggeliat, Warga Minta Satpol PP Kembali Intensif Patroli

Lambertus Hurek • Sabtu, 11 April 2026 | 11:08 WIB
Ilustrasi warung kopi di dekat sawah. (AI)
Ilustrasi warung kopi di dekat sawah. (AI)

 

RADAR SURABAYA – Aktivitas prostitusi di Dusun Krengseng, Kecamatan Tambak Kemerakan, Krian, Sidoarjo ternyata belum sepenuhnya hilang. Meski sempat “kucing-kucingan” saat bulan puasa lalu, praktik tersebut kini kembali berjalan secara terselubung.

Gatot, salah satu warga setempat, mengatakan, setiap hari masih ada sekitar 10 hingga 20 pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di kawasan itu. Jumlah tersebut bahkan meningkat saat akhir pekan.

Baca Juga: 4 Astronaut Artemis II Pulang Selamat ke Bumi, Splashdown Sempurna di Samudra Pasifik

“Kalau hari Minggu biasanya lebih banyak lagi, apalagi setelah lokalisasi di Mojosari ditutup,” ujar Gatot di Krian Sidoarjo pada Sabtu 11 April 2026.

Menurut dia, petugas Satpol PP sebenarnya sudah beberapa kali melakukan razia. Namun, belakangan intensitasnya menurun karena lokasi tersebut dianggap sudah tidak aktif.

“Padahal masih ada. Di bagian belakang itu ada beberapa kamar sederhana,” katanya.

Gatot menjelaskan, mayoritas PSK yang mangkal di Krengseng merupakan perempuan berusia di atas 35 tahun atau kategori STW. Sebagian merupakan pemain lama yang sebelumnya juga mangkal di kawasan Krengseng dan pasar sapi Krian sebelum dibongkar beberapa tahun lalu.

Selain itu, ada pula pendatang baru dari sejumlah daerah sekitar seperti Mojosari, Mojokerto, Surabaya, hingga Madura.

Baca Juga: STS Kalbut Situbondo, Pusat Distribusi LPG yang Jadi Penopang Ketahanan Energi Nasional

“Kalau dibanding masa jayanya dulu memang tidak sampai 30 persennya. Tapi tetap saja ini mengganggu image Krian dan Sidoarjo,” kata dia.

Keberadaan praktik prostitusi tersebut juga dinilai semakin meresahkan karena lokasinya tidak jauh dari RSUD Sidoarjo Barat. Rumah sakit itu berdiri di area yang dulunya menjadi salah satu alasan pembongkaran lokalisasi.

“Dulu kan dibongkar karena mau bangun rumah sakit. Sekarang malah masih ada. Kasihan kalau ada orang baru mau besuk pasien bisa nyasar ke warung-warung itu,” ujarnya.

Karena itu, Gatot berharap pemkab melalui Satpol PP kembali mengintensifkan patroli dan penertiban di kawasan Krengseng.

“Harapannya patroli digiatkan lagi seperti dulu, supaya benar-benar bersih,” tandasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#lokalisasi krengseng #Krengseng Krian #RSUD Sidoarjo Barat #prostitusi sidoarjo #satpol pp