Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkab Sidoarjo Gelar Operasi Pasar Murah dengan Sebar 36 Ton Beras SPHP

Diky Putra Sansiri • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:09 WIB

MURAH: Sebanyak 36 ton beras program SPHP didistribusikan ke 18 kecamatan melalui operasi pasar murah yang digelar serentak, Selasa (10/3). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MURAH: Sebanyak 36 ton beras program SPHP didistribusikan ke 18 kecamatan melalui operasi pasar murah yang digelar serentak, Selasa (10/3). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

 

RADAR SURABAYA - Sebanyak 36 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) didistribusikan ke 18 kecamatan melalui operasi pasar murah yang digelar serentak di Sidoarjo, Selasa (10/3).

Program tersebut menjadi upaya pemerintah daerah untuk menekan potensi lonjakan harga beras menjelang Lebaran sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo, Listyaningsih, menjelaskan bahwa beras SPHP dijual kepada masyarakat dengan harga Rp60 ribu per kemasan lima kilogram.

“Ini sebenarnya operasi pasar murah. Kalau pasar murah biasanya komoditasnya banyak, tapi kali ini hanya beras saja,” ujar Listyaningsih.

Ia menyebutkan, setiap kecamatan mendapatkan jatah dua ton beras SPHP. Dengan demikian, total beras yang disiapkan untuk seluruh wilayah Sidoarjo mencapai 36 ton.

“Dua ton per kecamatan. Jadi totalnya 36 ton untuk 18 kecamatan,” jelasnya.

Awalnya, distribusi beras direncanakan dipusatkan di kantor kecamatan. Namun, atas arahan Bupati Sidoarjo, lokasi penjualan dipindahkan lebih dekat dengan masyarakat dengan memanfaatkan titik distribusi di tingkat desa atau kelurahan.

“Awalnya beras didrop di kecamatan, tapi ada petunjuk dari Pak Bupati agar disalurkan di desa,” katanya.

Menurut Listyaningsih, seluruh distribusi dilakukan serentak pada hari yang sama agar masyarakat di seluruh kecamatan dapat mengakses beras SPHP secara bersamaan.

“Hari ini semua, 18 kecamatan itu dikirim. Jadi serentak langsung didistribusikan,” ungkapnya.

Untuk pembelian, masyarakat tidak diwajibkan menunjukkan KTP. Warga cukup datang langsung ke lokasi pendistribusian yang telah ditentukan oleh pemerintah desa.

Meski demikian, pembelian beras dibatasi maksimal dua kemasan per orang. Namun apabila stok masih tersedia, masyarakat tetap diperbolehkan membeli lebih.

“Biasanya per orang dua kemasan. Tapi kalau barangnya masih ada ya monggo, tidak apa-apa beli lebih,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sistem antrean bersifat fleksibel. Anggota keluarga yang datang secara terpisah tetap diperbolehkan membeli sesuai ketentuan.

“Kalau satu keluarga empat orang, anaknya, suaminya, istrinya antre sendiri-sendiri ya tidak apa-apa,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Ton #pemkab #pasar #operasi #beras #murah