Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dishub Sidoarjo Usulkan CCTV Penghitung Kendaraan di Titik Parkir, Ini Alasannya

Diky Putra Sansiri • Senin, 9 Maret 2026 | 14:27 WIB

 KAWASAN RAMAI: Salah satu titik parkir di Jalan Gajah Mada, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KAWASAN RAMAI: Salah satu titik parkir di Jalan Gajah Mada, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SURABAYA - Dishub Kabupaten Sidoarjo berencana memanfaatkan teknologi kamera pengawas atau CCTV untuk memantau aktivitas parkir di sejumlah titik strategis.

Rencana pemasangan CCTV tersebut diusulkan untuk direalisasikan pada tahun 2027. Kamera pengawas nantinya dilengkapi fitur counting yang mampu mendeteksi dan menghitung kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang keluar masuk area parkir secara akurat dan real time.

Melalui sistem tersebut, jumlah kendaraan yang parkir dapat dihitung secara otomatis. Teknologi ini juga diharapkan mampu menekan potensi kecurangan setoran dari juru parkir (jukir).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, mengatakan penggunaan CCTV akan sangat membantu pengawasan parkir di lapangan, terutama karena keterbatasan jumlah petugas Dishub.

“Nanti tahun depan (2027) saya mengusulkan pemantauan menggunakan kamera CCTV yang bisa langsung menghitung jumlah kendaraan. Roda dua berapa, roda empat berapa. Itu nanti bisa saya cross check melalui kamera CCTV,” ujar Budi Basuki kepada Radar Sidoarjo, Senin (9/3).

Menurutnya, pengawasan secara manual selama ini kurang efektif. Pasalnya, jumlah titik parkir di Sidoarjo cukup banyak, sementara jumlah petugas Dishub terbatas.

“Kita tidak bisa melakukan pengawasan secara terus-menerus. Berapa titik parkir yang ada di Sidoarjo dan berapa petugas kami?” katanya.

Dengan sistem CCTV tersebut, Dishub dapat memantau langsung aktivitas parkir sekaligus mencocokkan jumlah kendaraan dengan setoran yang dilaporkan jukir.

“Misalnya jukir menyetor Rp100 ribu, nanti kita cek dari data kendaraan yang masuk dan keluar. Tinggal dihitung dengan tarif parkirnya, langsung ketahuan kalau tidak sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem ini diyakini mampu mempersempit ruang kecurangan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan parkir di Sidoarjo.

Saat ini Dishub masih mengajukan rencana tersebut dan menunggu persetujuan anggaran dari pemerintah daerah. Jika belum memungkinkan memasang CCTV di seluruh titik parkir, Dishub akan memulainya dari beberapa lokasi sebagai proyek percontohan.

“Kami berharap usulan ini bisa disetujui. Tentu menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Kalau belum bisa semua, minimal beberapa titik dulu sebagai pilot project,” ujarnya.

Nantinya pemasangan CCTV akan diprioritaskan di titik-titik parkir dengan volume kendaraan tinggi dan aktivitas yang padat.

“Kalau sudah ada anggarannya, kita pilih titik yang volumenya tinggi dulu, yang parkirnya padat,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#parkir #cctv #dishub #kendaraan