RADAR SURABAYA – Sejumlah rumah warga di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, masih dalam kondisi tidak layak huni (RTLH). Beberapa di antaranya bahkan berlantai tanah, berdinding gedheg, hingga atapnya nyaris roboh karena dimakan rayap.
Kondisi tersebut ditemukan langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Minggu (8/3) pagi. Dalam sidak itu, Subandi meninjau empat rumah warga yang masuk kategori RTLH, yakni milik Susanto di Desa Seketi serta rumah milik Munami, Suwartono, dan Masykur di Desa Suwaluh.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Lingkar Timur Dikebut, Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Minta Pengerjaan Siang-Malam
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan rumah-rumah tersebut akan segera diperbaiki setelah Lebaran agar lebih aman dan layak ditempati.
Salah satu rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan adalah milik Munami. Rumah tersebut masih berdinding gedheg dengan atap bambu yang sudah rapuh. Lantainya masih berupa tanah, sementara pintu kamar hanya ditutup menggunakan selambu. Di rumah itu, Munami tinggal bersama lima anggota keluarganya.
Baca Juga: Mobil Mendadak Terbakar di Jalan Desa Junwangi Krian Sidoarjo, Ini Dugaan Penyebabnya
Subandi mengatakan, hasil sidak menunjukkan sebagian besar rumah membutuhkan perbaikan menyeluruh, mulai dari atap, lantai hingga plafon.
“Ini tadi kita cek, kondisinya atapnya masih kayu. Nanti juga lantainya akan diperbaiki, termasuk pemasangan keramik dan pengecatan agar rumahnya lebih layak dan nyaman,” ujar Subandi.
Baca Juga: Jual Bubuk Bahan Peledak Petasan lewat Medsos, Polda Jatim Tangkap Dua Warga Sidoarjo
Ia menambahkan, perbaikan juga akan dilakukan pada bagian plafon agar rumah menjadi lebih aman untuk dihuni. Rencananya, perbaikan akan mulai dikerjakan sekitar April 2026 setelah Lebaran.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran kita bersama, nanti sekitar bulan empat atau setelah Lebaran akan segera dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Baca Juga: Perbaikan Terminal Purabaya Sidoarjo Dikebut, Jalan Pintu Keluar Dibeton hingga 7 Maret
Selain di Desa Seketi, Subandi juga meninjau rumah milik Masykur di Desa Suwaluh. Ia menilai kondisi rumah tersebut cukup membahayakan karena bagian belakang bangunan masih menggunakan bambu yang sudah rapuh.
“Coba nanti kita percepat perbaikannya, Pak. Karena bambu yang di belakang ini menakutkan, apalagi itu kamar tidur,” katanya.
Sidak juga dilakukan di rumah Suwartono yang kondisinya cukup parah. Atap rumah bagian depan hampir roboh, sementara bagian belakang bangunan harus disangga menggunakan bambu akibat kerusakan yang disebabkan rayap.
“Hari ini kita sidak rumah Pak Suwartono yang benar-benar tidak layak huni. Bahkan atapnya hampir roboh. Ini tadi sudah kita perintahkan agar segera dilakukan perbaikan,” tegasnya.
Subandi menegaskan percepatan penanganan rumah tidak layak huni menjadi salah satu prioritas Pemkab Sidoarjo agar warga dapat tinggal di rumah yang aman dan nyaman.
“Kalau ini kita biarkan, apalagi sekarang sering hujan dan angin, tentu bisa membahayakan keluarga yang tinggal di dalamnya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi anggota DPRD, perangkat desa, hingga Baznas yang ikut turun langsung memberikan laporan terkait kondisi rumah warga sehingga pemerintah dapat segera menindaklanjutinya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman DPRD yang sudah turun ke lapangan dan melaporkan adanya rumah tidak layak huni. Dengan begitu kita bisa langsung turun dan menindaklanjuti,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista