Perbaikan Terminal Purabaya Sidoarjo Dikebut, Jalan Pintu Keluar Dibeton hingga 7 Maret
Diky Putra Sansiri• Selasa, 3 Maret 2026 | 15:36 WIB
RUSAK: Perbaikan jalan di pintu keluar Terminal Purabaya Sidoarjo dikebut. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)
RADAR SURABAYA – Upaya pembenahan fasilitas di Terminal Purabaya terus dilakukan. Salah satunya melalui perbaikan jalan rusak dan berlubang di pintu keluar sisi timur terminal yang kini dibeton sepanjang kurang lebih 225 meter.
Pekerjaan betonisasi dimulai pada Minggu (1/3) dan ditargetkan rampung maksimal Sabtu (7/3). Selama proses berlangsung, pintu keluar sisi timur ditutup sementara guna mempercepat pengerjaan sekaligus memastikan kualitas beton optimal.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, menjelaskan perbaikan tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum sebagai tindak lanjut kunjungan kerja Komisi V DPR RI pada Februari lalu.
“Perbaikan di pintu Terminal Bungurasih sisi timur dilakukan mulai 1 Maret sampai maksimal 7 Maret. Karena ini betonisasi, membutuhkan waktu pengeringan,” ujarnya, Selasa (3/3).
Menurutnya, estimasi pengerjaan sebenarnya sekitar lima hari. Namun untuk mengantisipasi faktor cuaca, terutama hujan yang dapat menghambat proses pengeringan beton, waktu pelaksanaan diperpanjang hingga satu minggu.
Arus Bus Dialihkan, Lalu Lintas Padat
Penutupan sementara pintu keluar sisi timur membuat arus bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) dialihkan ke pintu selatan menuju Jalan Letjen Sutoyo. Seluruh bus diwajibkan belok kiri ke arah Flyover Waru dan tidak diperkenankan belok kanan karena tingginya volume kendaraan dari arah barat.
Kebijakan ini berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitar Flyover Waru hingga kawasan Aloha, Gedangan.
“Memang ada konsekuensi tundaan kendaraan di bawah Flyover Waru. Kepadatan bisa sampai Aloha, bahkan hingga Pasmar,” jelasnya.
Untuk mengurai kemacetan, Dishub Sidoarjo berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Sidoarjo dan pengelola terminal. Petugas disiagakan di titik-titik rawan guna mengatur arus kendaraan.
Tertibkan Bus agar Terminal Lebih Tertata
Budi mengungkapkan, kerusakan jalan sebelumnya dipicu kebiasaan sejumlah bus yang berhenti atau ngetem di pintu keluar untuk menaikkan penumpang di luar area resmi terminal. Selain mempercepat kerusakan jalan, praktik tersebut juga memicu kemacetan.
“Seharusnya penumpang dinaikkan di dalam terminal, di jalur keberangkatan yang sudah disediakan. Kalau berhenti di pintu keluar, jalan cepat rusak dan arus lalu lintas terganggu,” tegasnya.
Melalui perbaikan ini, Dishub berharap operasional terminal menjadi lebih tertib dan nyaman bagi pengguna jasa. Pengawasan pun akan diperketat bersama pengelola terminal dan aparat kepolisian agar praktik ngetem di pintu keluar tidak kembali terulang.
“Kami berkoordinasi dengan Kepala Terminal untuk menempatkan petugas di pintu keluar. Dishub dan Satlantas membantu menghalau bus yang menaikkan penumpang di luar sekaligus mengurai kemacetan,” pungkasnya. (dik/vga)