Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Percepat Penanganan Sampah Ramadan, Bupati Sidoarjo Subandi Perintahkan DLHK Clean Up TPS3R Sedati Gede

Diky Putra Sansiri • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:04 WIB

SIDAK: Bupati Sidoarjo Subandi (TENGAH) perintahkan DLHK Clean Up TPS3R Sedati Gede. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
SIDAK: Bupati Sidoarjo Subandi (TENGAH) perintahkan DLHK Clean Up TPS3R Sedati Gede. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SURABAYA – Lonjakan sampah rumah tangga selama Ramadan membuat Bupati Sidoarjo, Subandi, bergerak cepat. Ia turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPS3R Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Selasa (3/2), untuk memastikan percepatan penanganan sampah yang sempat menumpuk.

Dalam sidak tersebut, Subandi langsung memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan pembersihan (clean up) hari itu juga. Tumpukan sampah terjadi akibat keterlambatan pengangkutan residu ke TPA dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Sungai Bono Berbusa, DLHK Sidoarjo Turun Langsung Ambil Sampel Air di Dam Bono Sedati

Setiap hari, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Sedati Gede mengelola sekitar 14 ton sampah. Namun tersendatnya pengiriman residu membuat sebagian sampah menggunung di lokasi.

“Pengolahannya sudah bagus, manajemennya juga bagus, bahkan sudah bisa mandiri. Tapi tadi kita minta DLHK segera clean up supaya tidak menumpuk,” ujar Subandi.

Baca Juga: Waspada Pohon Tumbang di Sidoarjo, DLHK Tingkatkan Pemangkasan saat Cuaca Ekstrem

Ia menegaskan, percepatan penanganan penting dilakukan agar sampah tidak menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan sekitar, terlebih lokasi TPS3R berada dekat kawasan bandara.

“Kalau dibiarkan nanti busuk dan mengganggu lingkungan. Hari ini harus ditangani. Minimal besok sudah bersih,” tegasnya.

Baca Juga: Kepala DLHK Sidoarjo Belum Diisi, Bupati Subandi Tegaskan Tak Ingin Terburu-buru

Subandi memastikan alat berat akan diterjunkan untuk meratakan dan mempercepat pengangkutan sampah yang menumpuk.

Selain percepatan pembersihan, ia juga mendorong optimalisasi pengolahan agar residu yang dikirim ke TPA hanya berkisar 20–30 persen. Dengan sistem pemilahan maksimal, beban TPA dapat ditekan dan penumpukan bisa dihindari.

“Ke depan, dari TPST ke TPA maksimal 30 persen saja. Jadi tidak ada lagi penumpukan,” jelasnya.

Baca Juga: Stop Impor Sampah Komisi IV dan DLHK Cari Solusi Bersama

Ia berharap pola pengelolaan TPS3R Sedati Gede dapat menjadi percontohan bagi desa lain, khususnya yang memiliki Tanah Kas Desa (TKD). Bahkan, sekitar 90 persen pegawai TPS3R merupakan warga setempat, sehingga turut membantu menekan angka pengangguran.

“Pegawainya 90 persen warga Sedati Gede. BPJS sudah terpenuhi dan gajinya sekitar Rp 3 juta,” tambahnya.

Subandi juga menegaskan operasional TPS3R tetap berjalan selama Ramadan tanpa libur, mengingat produksi sampah rumah tangga terus berlangsung setiap hari.

Sementara itu, Kepala Desa Sedati Gede, M Nasruddin, mengakui masih ada sejumlah kendala, seperti kebutuhan tambahan tungku pengolahan dan armada angkut.

Saat ini, TPS3R Sedati Gede mengelola 14 ton sampah per hari dengan sistem pemilahan. Sampah bernilai ekonomi dipisahkan untuk dimanfaatkan, sedangkan residu yang tidak dapat diolah dikirim ke TPA.

“Per hari 14 ton kita kelola. Yang punya nilai ekonomi kita pilah, residunya kita buang ke TPA,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#sampah #TPS3R #bupati #DLHK #Sedati #sidoarjo