RADAR SURABAYA - Keluhan warga terkait rusaknya jalan di sisi timur dan barat bangunan Rumah Pompa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, langsung ditindaklanjuti Bupati Sidoarjo, Subandi. Ia memastikan perbaikan segera dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
Jalan yang rusak akibat proyek pembangunan rumah pompa tersebut akan dipaving ulang setelah dilakukan pemetaan (mapping) oleh Dinas PUBMSDA. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan warga.
Kondisi jalan saat ini memang cukup memprihatinkan. Sejumlah paving ambles, permukaan dipenuhi lumpur, licin saat hujan, serta rawan tergenang air. Warga mengaku aktivitas harian mereka terganggu dan kondisi itu membahayakan pengendara yang melintas.
Menanggapi hal tersebut, Subandi menegaskan perbaikan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Sudah kita sampaikan, dalam satu minggu ini kita mapping. Nanti kita kembalikan lagi supaya masyarakat bisa menikmati jalan dengan nyaman,” ujarnya, Minggu (1/3).
Baca Juga: Kesadaran Warga Diuji, Sampah Menggunung di Jalan Ahmad Yani Sidoarjo Jadi Evaluasi Bersama
Ia menjelaskan, Dinas PU telah diperintahkan untuk segera melakukan pemetaan guna menentukan langkah teknis perbaikan. Jika hasil evaluasi menunjukkan kerusakan cukup parah, maka paving ulang akan dilakukan.
“Kalau nanti butuh paving ulang, ya kita paving ulang. Kalau ada pergeseran tanah, kita perbaiki dan padatkan,” tegasnya.
Baca Juga: Anggaran Capai Rp 900 Juta, Lubang di Jalan Raya Lingkar Timur Sidoarjo Segera Ditambal
Subandi mengakui pihak kontraktor menyampaikan keberatan karena terus dikenai denda akibat keterlambatan pekerjaan. Namun ia menekankan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Kontraktornya menyampaikan sudah rugi karena kena denda terus. Tapi sejak awal kita sampaikan, pelayanan kepada masyarakat tetap yang utama,” jelasnya.
Selain pemetaan, perbaikan akan diawali dengan pembersihan area dan pemadatan tanah agar hasil paving ulang lebih kokoh dan tahan lama.
Tak hanya sisi timur, akses di sisi barat bangunan yang digunakan untuk pengangkutan sampah juga akan dibenahi. Subandi mengaku prihatin melihat petugas harus menarik gerobak sampah di jalan yang rusak.
“Yang sebelah juga kita benahi. Kasihan petugas sampah. Nanti kita turunkan alat berat untuk pemadatan,” ujarnya.
Sebelumnya, proyek pembangunan dam dan Rumah Pompa Kedungpeluk diproyeksikan menjadi solusi pengendalian banjir, khususnya untuk mengurangi genangan di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dengan skema pengalihan debit air ke Sungai Mbah Gepuk saat hujan deras.
Namun di sisi lain, dampak pembangunan memunculkan persoalan baru berupa kerusakan infrastruktur jalan di sekitar lokasi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun berkomitmen menuntaskan dampak tersebut agar manfaat proyek pengendalian banjir tetap sejalan dengan kenyamanan warga sekitar. (dik/vga)