RADAR SURABAYA – Genangan banjir di Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, belum juga benar-benar surut meski sudah memasuki hari kesembilan. Ketinggian air yang masih bertahan di kisaran 5 hingga 20 sentimeter membuat aktivitas warga terganggu dan denyut ekonomi perlahan melemah.
Tak hanya Bringinbendo, banjir juga masih merendam Desa Trosobo dan Desa Kramatjegu (Perumahan Pejaya Anugerah). Hingga Rabu (18/2), air tetap menggenang dengan ketinggian yang bervariasi di sejumlah titik.
Baca Juga: Infrastruktur Sidoarjo Barat 2026 Dikebut: Jalan Junwangi–Kemangsen Dicor Ulang
Lapak-lapak pedagang yang biasanya ramai kini tampak lengang. Pembeli enggan datang karena harus melewati genangan air. Dampaknya, omzet para pelaku usaha kecil merosot tajam.
Salah seorang pedagang di Bringinbendo, Yanti, mengaku banjir mulai menggenangi lapaknya sejak sembilan hari lalu setelah hujan deras mengguyur cukup lama.
“Kalau hujan deras, air naik sampai ke lapak. Beberapa hari ini sudah agak surut, tapi tetap saja mengganggu,” ujarnya.
Baca Juga: Sidak Jalan Rusak di Krian, Bupati Sidoarjo Subandi Perintahkan Overlay 500 Meter sebelum Lebaran
Menurut Yanti, setiap kali banjir datang, jumlah pembeli turun drastis. Dalam kondisi normal, ia mampu menjual hingga ratusan porsi per hari. Namun saat banjir melanda, penjualannya anjlok dan hanya laku puluhan porsi.
“Biasanya kalau tidak banjir, alhamdulillah masih banyak yang beli. Sekarang jadi sepi,” keluhnya.
Ia menilai persoalan utama berada pada kapasitas sungai yang sudah tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras turun. Warga pun berharap ada solusi permanen agar banjir tidak terus berulang.
Baca Juga: Waspada Banjir Sidoarjo, Sungai Buntung Meluap, 171 Rumah di Kecamatan Taman Terendam
Keprihatinan serupa disampaikan Indah (35), warga setempat. Ia menyaksikan langsung bagaimana pedagang yang menggantungkan hidup dari berjualan harus bertahan di tengah kondisi sepi.
“Kasihan yang menggantungkan hidup dari berjualan jadi sepi pembeli. Orang jadi malas datang karena harus melewati genangan air dulu,” katanya.
Menurutnya, situasi ini berbeda dengan bengkel mobil di sekitar lokasi yang masih bisa beroperasi meski terdampak genangan.
“Saya berharap dinas terkait segera melakukan normalisasi agar banjir tidak terus terjadi dan pedagang tidak dirugikan,” tambahnya.
Sementara itu, upaya penanganan sebelumnya telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo. Kepala dinas, Muhammad Makhmud, menyatakan pihaknya telah melakukan intervensi untuk mengurangi beban Sungai Buntung.
“Telah dilakukan intervensi dengan memecah aliran Sungai Buntung ke Sungai Pelayaran dan Sungai Mangetan Kanal Dungus,” jelasnya.
Selain itu, dua pompa portable juga dikerahkan guna mempercepat penyedotan air di lokasi terdampak.
Meski berbagai langkah telah ditempuh, warga berharap genangan segera surut sepenuhnya. Mereka mendambakan penanganan yang lebih permanen agar banjir berkepanjangan tak lagi menjadi ancaman bagi keberlangsungan usaha dan penghidupan sehari-hari. (dik/vga)