RADAR SURABAYA – Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Jalan Raya Setiabudi, tepat di depan Pasar Baru Krian, Selasa (17/2). Sidak dilakukan setelah menerima laporan terkait kondisi jalan yang rusak parah dan membahayakan pengguna.
Di lokasi, Subandi terlihat geram melihat kerusakan jalan di jalur utama distribusi bahan pokok tersebut. Ia menegaskan tidak ingin lagi ada perbaikan setengah hati yang hanya mengandalkan tambal sulam.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Subandi Menginstruksikan Percepatan Perbaikan Infrastruktur sebelum Lebaran
Kerusakan di ruas jalan itu memang cukup memprihatinkan. Lubang dengan diameter sekitar 100 sentimeter dan kedalaman 25 sentimeter menganga di tengah jalan, menjadi ancaman bagi pedagang sayur, buah, dan daging yang setiap hari melintas. Titik terparah berada di tikungan selatan pintu masuk pasar, di mana aspal nyaris habis dan menyisakan bongkahan batu besar.
“Nah ini gimana antisipasinya? Kita harus overlay, tidak boleh hanya tambal. Kalau nggak overlay, nggak nututi. Kalau ditambal, sebentar-sebentar rusak,” tegas Subandi saat sidak.
Menurutnya, pola perbaikan tahun sebelumnya yang menggunakan coldmix terbukti tidak efektif dan tidak mampu bertahan lama, terutama saat hujan deras dan banjir melanda kawasan tersebut.
Baca Juga: Kepala DLHK Sidoarjo Belum Diisi, Bupati Subandi Tegaskan Tak Ingin Terburu-buru
Subandi langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk bergerak cepat. Ia meminta penghitungan anggaran diselesaikan pekan ini agar pengerjaan bisa segera dimulai.
“Biarkan nanti dihitung, kita kerjakan pakai overlay. Panjangnya sekitar 500 meter. Minggu depan harus sudah mulai dikerjakan,” tegasnya.
Perbaikan akan dilakukan dengan metode pengaspalan menyeluruh (overlay) menggunakan hotmix. Solusi ini diproyeksikan mampu bertahan satu hingga dua tahun, sambil menunggu rencana betonisasi permanen. Area yang diperbaiki mencakup depan Kantor Telkom Krian hingga tikungan pintu masuk Pasar Baru Krian.
Subandi menargetkan seluruh titik krusial rampung sebelum Lebaran.
“Besok Rabu saya rapatkan. Mudah-mudahan kita kejar, Lebaran sudah tidak ada lagi jalan seperti ini. Saya juga kaget masih ada kondisi seperti ini, makanya kita turun terus Sabtu-Minggu untuk melihat progres di lapangan,” tambahnya.
Ia juga meminta agar penanganan sementara segera dilakukan sembari menunggu proses overlay dimulai.
“Yang penting hari ini harus ada penanganan dulu,” ujarnya.
Langkah tegas bupati tersebut disambut harapan para pedagang dan pengguna jalan. Yuni (57), pedagang minuman yang setiap hari berjualan di sekitar lokasi, mengaku perbaikan selama ini terkesan asal-asalan.
“Sudah sering diperbaiki, diaspal ala kadarnya. Tapi kalau hujan lebat dan banjir, rusak lagi. Beberapa kali diperbaiki tetap rusak, mungkin bahannya kurang bagus,” keluhnya.
Menurut Yuni, buruknya drainase membuat kawasan tersebut kerap tergenang air saat hujan deras, sehingga mempercepat kerusakan aspal.
Dengan sidak langsung dan instruksi tegas tersebut, warga berharap perbaikan kali ini benar-benar tuntas dan tidak lagi menjadi keluhan berulang setiap musim hujan. (dik/vga)