RADAR SURABAYA - Gagal jedag-jedug, perahu yang hendak digunakan untuk prosesi nyadran di Desa Balongdoro, Candi, Sidoarjo, masuk ke sungai, Sabtu (7/2). Akibatnya sound system atau sound horeg dan genset ikut tenggelam usai perahu yang membawanya terbalik di sungai Desa setempat.
Kejadian bermula ketika warga mempersiapkan perayaan nyadran di sungai Desa Balongdowo. Saat itu, dua perahu disiapkan dan hendak digabung. Sementara di atas perahu ini ada sound horeg dan genset.
Awalnya sound horeg, speaker, serta genset ditempatkan di atas dua perahu yang disatukan. Namun, salah satu perahu tidak mampu menahan beban berat dan getaran dari sound system yang sedang diuji.
“Perahunya dua, digabung sound, speaker dan genset. Ternyata salah satunya tidak kuat menahan beban, kena getaran akhirnya miring,” ungkap Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, Minggu (9/2).
Akibat kemiringan tersebut, keseimbangan perahu terganggu hingga akhirnya terbalik. Seluruh peralatan sound horeg, termasuk lighting dan genset, ikut tenggelam bersama satu perahu dan warga yang berada di atasnya.
“Begitu miring, alat-alatnya lighting, genset, sound, ikut tenggelam. Tapi sempat dievakuasi, tidak ada apa-apa karena memang tidak kuat menahan beban,” jelas Imam.
Selain mengangkut sound horeg dengan estimasi berat mencapai satu ton, perahu tersebut juga dinaiki lebih dari 10 orang. Saat kejadian, sound system sedang memutar musik dan beberapa warga terlihat berjoget di atas perahu yang melintas di sungai.
“Kira-kira berat sound saja satu ton. Yang naik mungkin sekitar 10 orang. Sound-nya milik JL Jombang kalau tidak salah,” tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh warga berhasil menyelamatkan diri, sementara peralatan sound dievakuasi dengan bantuan warga sekitar. Proses pengamanan dan pemantauan dilakukan oleh pihak kepolisian bersama aparat setempat menggunakan perahu karet.(sur/gun)
Editor : Guntur Irianto