RADAR SURABAYA – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Sidoarjo yang kembali digelar setelah lima tahun vakum menyisakan catatan penting untuk evaluasi. Antusiasme masyarakat yang membludak pada CFD perdana justru berdampak pada lonjakan volume sampah hingga hampir tiga kali lipat dari kondisi normal.
CFD perdana yang digelar Minggu (1/2) disambut euforia ribuan warga. Sejak pagi hari, kawasan alun-alun dipenuhi masyarakat yang berolahraga, bersantai, hingga menikmati wajah baru ruang publik Sidoarjo. Tingginya jumlah pengunjung tersebut melampaui perkiraan petugas di lapangan.
Baca Juga: Janjikan Pekerjaan di Surabaya, Warga Jabon Sidoarjo Sudah Lima Kali Lakukan Penggelapan Motor
Namun, di balik kemeriahan kegiatan, persoalan kebersihan menjadi sorotan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mencatat peningkatan signifikan volume sampah yang dihasilkan selama pelaksanaan CFD.
Petugas DLHK harus bekerja ekstra mengangkut tumpukan sampah yang dengan cepat memenuhi tempat penampungan di sekitar area CFD. Sampah kemudian dibawa menggunakan dump truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Kecamatan Jabon.
Baca Juga: Adu Jotos Emak-Emak Penyewa Mainan Anak Gegerkan CFD Perdana Alun-Alun Sidoarjo
Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat, mengungkapkan total sampah dari kawasan Alun-alun Sidoarjo pada Minggu mencapai 4,7 ton atau setara dua rit dump truk. Keesokan harinya, Senin (2/2), masih terdapat tambahan sekitar satu rit dump truk.
“Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan hari Minggu biasa. Normalnya, sampah di kawasan alun-alun sekitar 1,57 ton. Artinya, hampir tiga kali lipat,” ujarnya, Selasa (3/2).
Baca Juga: Inovasi Parkir QRIS Diterapkan di Alun-Alun Sidoarjo, Pengunjung Tak Perlu Tunai
Menurut Hajid, sebagian besar sampah didominasi limbah plastik, terutama kemasan makanan dan minuman sekali pakai yang berasal dari pengunjung maupun aktivitas pedagang.
Lonjakan volume sampah ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan CFD ke depan, terutama terkait pengelolaan kebersihan dan kesiapan fasilitas pendukung.
Hajid pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan saat mengikuti CFD. Pengunjung diminta membiasakan membawa tumbler atau wadah makan sendiri serta membuang sampah pada tempatnya. Pelaku UMKM juga diingatkan untuk bertanggung jawab terhadap sampah dari aktivitas usahanya. (dik/vga)
“CFD bukan hanya soal olahraga atau hiburan, tapi juga bagian dari gerakan peduli lingkungan. Semua pihak harus ikut menjaga kebersihan,” pungkasnya. (dik)
Editor : Vega Dwi Arista