Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bupati Sidoarjo Targetkan Jalan Lingkungan Bebas Lubang sebelum Lebaran, Kecamatan Diperkuat Mobil dan Stamper

Diky Putra Sansiri • Selasa, 27 Januari 2026 | 15:57 WIB

 

SIMBOLIS: Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan 18 unit mobil pikap operasional dan 18 unit alat pemadat aspal (stamper) kepada seluruh kecamatan. (DIKY SANSIRI/RADAR SURABAYA)
SIMBOLIS: Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan 18 unit mobil pikap operasional dan 18 unit alat pemadat aspal (stamper) kepada seluruh kecamatan. (DIKY SANSIRI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya agar seluruh jalan, khususnya jalan lingkungan dan jalan desa, tidak sampai berlubang menjelang Hari Raya Idulfitri. Untuk mewujudkan target tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan 18 unit mobil pikap operasional dan 18 unit alat pemadat aspal (stamper) kepada seluruh kecamatan.

Penyerahan sarana operasional Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) itu dilakukan secara simbolis kepada Camat Sidoarjo, Camat Candi, dan Camat Gedangan di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (27/1) siang.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Minta Proyek Rumah Pompa Kedungpeluk Rampung Sesuai Target 14 Februari 2026

Subandi menegaskan, keberadaan kendaraan operasional dan stamper di setiap kecamatan dimaksudkan agar penanganan jalan berlubang tidak lagi terkendala birokrasi dan bisa langsung ditangani di lapangan. Ia menargetkan, sebelum arus mudik Lebaran, tidak ada lagi jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan.

“Target kita jelas, sebelum Lebaran tidak boleh ada jalan berlubang di Sidoarjo. Jalan kampung dan lingkungan harus segera ditangani,” tegas Subandi.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Subandi Tunggu Proses Hukum soal Penonaktifan Empat Kades Tulangan

Dengan skema PIWK, perbaikan jalan rusak skala kecil kini menjadi kewenangan penuh kecamatan. Camat diminta aktif memetakan titik-titik kerusakan agar perbaikan bisa dilakukan cepat dan tepat sasaran.

“Untuk jalan protokol tetap menjadi kewenangan Dinas PUBMSDA melalui sistem swakelola. Sementara jalan kampung dan lingkungan ditangani kecamatan melalui koordinasi dengan pemerintah desa,” jelasnya.

Baca Juga: KPK Periksa Pejabat Kejari Ponorogo Terkait Kasus Korupsi Bupati Sugiri Sancoko

Untuk menjaga kualitas perbaikan, Subandi menyebut para Kepala Seksi Pembangunan di kecamatan kini diperkuat personel yang sebelumnya berpengalaman di Kelompok Kerja (Pokja) PU. Dengan demikian, pengerjaan tambal sulam jalan diharapkan tidak asal-asalan dan tidak cepat rusak kembali.

Menurut Subandi, distribusi sarana operasional ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang cepat dan responsif, terutama menjelang momentum Lebaran.

“Kita sudah petakan pembagian tugasnya. Mana yang ditangani PU, mana yang ditangani kecamatan lewat PIWK. Semua harus bergerak,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat turut berperan aktif dengan melaporkan kerusakan jalan lingkungan kepada pihak kecamatan agar segera ditindaklanjuti.

“Kalau sifatnya PIWK, lapor langsung ke kecamatan. Kecamatan akan berkoordinasi dengan desa untuk percepatan penanganan. Kalau tidak mampu ditangani, akan kita naikkan ke PU,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Lingkungan #bupati #jalan #lubang #lebaran #sidoarjo