RADAR SURABAYA – Bupati Sidoarjo Subandi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek rumah pompa di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Selasa (27/1) siang. Dalam sidak tersebut, Subandi menegaskan agar proyek strategis pengendali banjir itu dikerjakan sesuai target dan diselesaikan tepat waktu sebelum puncak musim penghujan.
Sidak dilakukan menyusul lambatnya progres pembangunan pada tahap awal pengerjaan. Subandi menekankan, percepatan proyek menjadi hal mutlak agar wilayah Kecamatan Tanggulangin dan Candi segera terbebas dari banjir tahunan yang kerap meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Subandi Tunggu Proses Hukum soal Penonaktifan Empat Kades Tulangan
Pembangunan dam dan rumah pompa di Kedungpeluk dirancang untuk mengalihkan debit air ke Sungai Mbah Gepuk. Menurut Subandi, proyek tersebut menjadi kunci utama dalam mengurai konsentrasi air di sejumlah titik rawan banjir.
“Tujuan kita adalah mengurai banjir yang terjadi di Tanggulangin. Mudah-mudahan kalau proyek ini sudah selesai, tekanan banjir bisa kita alihkan ke Sungai Mbah Gepuk,” ujar Subandi.
Meski sempat meluapkan kekecewaannya terhadap lambannya progres di awal pengerjaan, Subandi mengaku kini sedikit lega setelah melihat perkembangan fisik proyek yang telah mencapai 70 persen. Ia menilai pekerjaan konstruksi bawah tanah yang paling krusial telah rampung sehingga risiko gangguan akibat cuaca dapat diminimalkan.
Baca Juga: KPK Periksa Pejabat Kejari Ponorogo Terkait Kasus Korupsi Bupati Sugiri Sancoko
“Kalau hari ini kita lihat progresnya sudah bagus, sudah 70 persen. Pekerjaan yang paling sulit sudah selesai. Tinggal nanti mau kerja satu, dua, atau tiga shift bisa dilakukan karena kondisinya sudah di atas,” jelasnya.
Namun demikian, Subandi menegaskan tidak ada toleransi terhadap keterlambatan penyelesaian proyek. Ia secara tegas menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) untuk merampungkan seluruh pekerjaan teknis, termasuk pencabutan besi penyangga dan pembersihan endapan tanah, paling lambat 14 Februari 2026.
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Diduga Peras Caperdes, Jual Beli Jabatan Desa Dipatok Rp 225 Juta
“Saya ingin tanggal 14 Februari ini semuanya sudah selesai. Saya minta dari PU, pada tanggal itu seluruh besi penyangga sudah ditarik,” tegasnya.
Selain pembangunan dam dan rumah pompa, Subandi juga memerintahkan agar dilakukan normalisasi sungai secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aliran air dari rumah pompa menuju muara tidak terhambat oleh sedimentasi.
“Nanti tugas PU melakukan normalisasi sampai ke muara, supaya pembuangan air lebih lancar dan fleksibel. Harapan kita seperti itu,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista