RADAR SURABAYA - Pemerintah Desa Sidorejo Krian kembali membuka ruang dialog. Pertemuan lanjutan antara pemdes dan warga yang keberatan dijadwalkan digelar Kamis (15/1) malam.
Hal itu untuk mencari solusi atas polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas Lapangan Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, belum berakhir.
Meski progres pembangunan telah mencapai sekitar 17 persen, penolakan dari sebagian warga masih mencuat.
Pemerintah desa pun kembali membuka ruang dialog. Pertemuan lanjutan antara pemdes dan warga yang keberatan dijadwalkan digelar Kamis (15/1) malam.
Kepala Desa Sidorejo Hery Sucipto Achmadi menyatakan, pemerintah desa tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat. Ia mengakui kemungkinan adanya miskomunikasi pada tahap awal perencanaan pembangunan KDMP.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila dalam proses perencanaan kemarin terjadi miskomunikasi. Pemerintah desa tidak menutup diri terhadap masukan warga,” ujar Hery saat ditemui Radar Sidoarjo, Kamis (15/1).
Hery menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan KDMP telah melalui prosedur resmi dan mekanisme musyawarah desa (musdes). Bahkan, musdes dilakukan lebih dari satu kali sebelum proyek dimulai.
“Dalam musdes awal ada tiga alternatif lokasi, yakni di belakang balai desa, kawasan pedukuhan dekat masjid, dan Lapangan Sidorejo. Setelah musdes lanjutan pertengahan November, lokasi lapangan desa akhirnya disepakati,” jelasnya.
Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan diambil sepihak. Namun, ia menduga sebagian warga yang menolak tidak sepenuhnya memahami proses yang telah dilalui.
“Kemungkinan ada ketidaktahuan atau miskomunikasi di awal. Makanya muncul penolakan,” tambahnya.
Terkait kekhawatiran hilangnya fungsi lapangan desa, Hery memastikan pembangunan KDMP tidak akan menghapus ruang olahraga bagi warga. Pemerintah desa telah menyiapkan rencana renovasi lanjutan agar aktivitas olahraga tetap berjalan.
“Dengan adanya KDMP di lapangan ini tidak menutup kemungkinan warga Sidorejo tidak bisa berolahraga. Kami akan tetap memfasilitasi dengan membangun lapangan voli,” tegasnya.
Hery juga menyinggung keberadaan greenhouse yang saat ini masih dalam tahap awal. Menurutnya, perubahan fungsi lahan masih memungkinkan setelah masa panen tercapai.
“Greenhouse ini masih awal, modal belum masuk. Kalau nanti sudah panen tiga kali, bisa diubah. Intinya warga sebenarnya tidak keberatan ada KDMP, hanya minta fungsi lapangan dikembalikan seperti semula,” ujarnya.
Tanah kas desa (TKD) Sidorejo sendiri memiliki luas sekitar 1,9 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1 hektare digunakan untuk pembangunan KDMP yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga.
“KDMP ini untuk memakmurkan warga. Pertemuan nanti malam akan kami manfaatkan untuk mencari solusi terbaik dan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat,” tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista