RADAR SURABAYA - Super flu menjadi perhatian saat ini. Virus influenza A (H3N2) subclade K ini diketahui sudah ditemukan di Jawa Timur. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinskes) Sidoarjo memastikan jika belum ditemukan kasus di wilayah Sidoarjo.
Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina menegaskan, masyarakat tidak perlu panik berlebihan menyikapi informasi tersebut.
“Alhamdulillah, sampai saat ini di Kabupaten Sidoarjo belum ditemukan kasus super flu,” ujar dr. Lakhsmie, Minggu (11/1).
Ia meminta kewaspadaan tetap ditingkatkan. Dinkes Jawa Timur telah menginstruksikan seluruh daerah untuk memperkuat pemantauan. Jika ditemukan indikasi mengarah pada super flu, penanganan harus dilakukan sesuai standar medis dan segera dilaporkan secara berjenjang.
“Apabila ada pasien dengan gejala flu yang berat dan berkepanjangan, tenaga kesehatan wajib melakukan penanganan sesuai prosedur dan melaporkannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Lakhsmie menjelaskan, langkah penanganan dan pencegahan super flu pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penyakit yang disebabkan oleh virus lain. Kunci utamanya ada pada kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
“Pencegahan bisa dimulai dari diri sendiri, seperti menjaga kebersihan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, istirahat cukup, serta menjaga daya tahan tubuh,” jelasnya.
Sebagai informasi, super flu merupakan sebutan nonmedis untuk influenza A (H3N2) Subclade K, jenis virus yang tergolong baru. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan badan terasa lelah, namun cenderung berlangsung lebih lama dan terasa lebih berat.
Dinas Kesehatan Sidoarjo mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak mudah termakan isu, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat atau berkepanjangan. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto